Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (31/3/2010).
Hingga akhir 2009, BEI mencatat pendapatan sebesar Rp 548,259 miliar, turun 6,51% dari tahun 2008 sebesar Rp 586,543 miliar. Penurunan disebabkan koreksi jasa transaksi efek, kliring dan pencatatan (IPO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya jasa informasi lain-lain yang mengalami peningkatan 21,39% menjadi Rp 31,825 miliar dari sebelumnya Rp 26,215 miliar. Setelah dikurangi biaya tahunan penerimaan negara bukan pajak, BEI mencatat penuruna pendapatan 6,51% seperti disebutkan di atas.
Beban usaha meningkat 7,84% menjadi Rp 289,740 miliar dari sebelumnya Rp 268,660 miliar. Akibatnya, laba usaha menurun 18,65% menjadi Rp 258,519 miliar dari sebelumnya Rp 317,793 miliar.
Untungnya, perseroan berhasil mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp 180,315 miliar, meningkat 425,97% dari sebelumnya Rp 34,282 miliar.
Peningkatan ini terutama diperoleh dari laba belum terealisasi atas kenaikan nilai wajar reksa dana sebesar Rp 71,716 miliar. Tahun lalu, BEI menderita kerugian di pos ini sebesar Rp 62,676 miliar.
BEI juga memperoleh pendapatan atas investasi reksa dana dan obligasi sebesar Rp 21,359 miliar di 2009, naik Rp 10 miliar lebih dari tahun lalu sebesar Rp 10,978 miliar. Sebagai catatan, BEI memiliki investasi pada produk-produk reksa dana dan obligasi.
Perolehan ini sukses mengangkat laba bersih BEI menjadi sebesar Rp 343,513 miliar, naik 47,78% dari sebelumnya Rp 232,441 miliar. Dengan jumlah saham sebanyak 125 lembar, laba per saham BEI menjadi sebesar Rp 2,748 miliar, meningkat dari sebelumnya Rp 1,859 miliar.
Â
Â
(dro/qom)











































