IHSG dibuka naik tipis ke level 2.798,677 dan langsung melesat hingga ke level 2.809,473, naik 11 poin dari penutupan kemarin di level 2.798,268. Namun tak lama, mendadak kubu penjual memberikan posisi jual bertubi-tubi dan menyerap seluruh posisi beli, terutama pada saham-saham unggulan.
Alhasil, IHSG langsung merosot ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.780,958, turun 18 poin dari penutupan kemarin. Untungnya, penguatan sejumlah saham-saham raksasa BUMN seperti Bukit Asam (PTBA), PGN (PGAS), Antam (ANTM) dan BTN (BBTN) berhasil mengangkat kembali IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, perburuan saham-saham lapis dua akan berlangsung cukup panjang mengiringi periode sideways dalam grafik IHSG. Selama 3 hari terakhir, IHSG bergerak sideways setelah melakukan rally panjang selama 3 pekan berturut-turut.
Pada perdagangan Rabu (31/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 12,028 poin (0,43%) ke level 2.786,240. Indeks LQ 45 juga turun 3,085 poin (0,57%) ke level 541,217.
Aktivitas investor asing juga didominasi aksi jual sebesar dengan transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 422 miliar.
Bursa-bursa regional bergerak didominasi penguatan :
- Indeks Shanghai turun 9,96 poin (0,32%) ke level 3.118,51.
- Indeks Hang Seng turun 34,85 poin (0,16%) ke level 21.339,94.
- Indeks Nikkei-225 naik 42,43 poin (0,38%) ke level 11.139,57.
- Indeks Straits Times turun 17,76 poin (0,61%) ke level 2.915,63.
- Indeks KOSPI turun 6,54 poin (0,38%) ke level 1.693,52.
Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan saham Semen Gresik (SMGR) milik Blue Valley senilai Rp 9,8 triliun.
Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 12.600, BTPN (BTPN) naik Rp 350 ke Rp 7.550, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 17.550, Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 42.650, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Bayan (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 50 ke Rp 9.950.
Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 36.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Adira (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 8.100, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 12.100, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 18.550, astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 24.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.550. (dro/dnl)











































