Demikian disampaikan Presiden Direktur FIF Suhartono dalam paparan publik dan due diligence meeting di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta, Rabu (31/3/2010).
Obligasi terdiri dari empat seri berjangka waktu 1-4 tahun dengan tingkat bunga tetap. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan. Seri A berjangka waktu 370 hari. Seri B berjangka 24 bulan, seri C 36 bulan, dan seri D 48 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selaku penjamin emisi obligasi, perseroan telah menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indopremier Sekuritas.
Andrew menjelaskan, selaku penjamin emisi pihaknya optimistis obligasi ini dapat terserap seluruhnya oleh pasar. Pasalnya pada kuartal II tahun ini akan ada sekitar Rp5,8 triliun obligasi korporasi yang akan jatuh tempo.
"Pada 21 April kita harap sudah dapat pernyataan efektif dan pembayaran sudah dapat diterima pada 29 april," tambahnya.
Perseroan menargetkan dapat membukukan pembiayaan sebesar Rp15 triliun pada tahun 2010, atau meningkat 15,38% dibanding Rp13 triliun yang diperoleh pada 2008. Sementara laba bersih ditargetkan tumbuh 10% menjadi Rp893 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp812 miliar.
Perseroan memproyeksikan dapat menyalurkan pembiayaan untuk kredit motor baru Honda sebanyak satu juta unit dengan nilai total Rp12 triliun. "Sebanyak 87% dari target Rp15 triliun untuk pembiayaan motor Honda baru, sisanya untuk pembiayaan motor bekas dan alat elektronik," ujar Direktur Keuangan FIF, Juliani Eliza Syaftari.
Ia menambahkan, sumber pendanaan untuk pembiayaan tahun ini, sebanyak 32% akan diperoleh dari joint vendor financing, pinjaman sindikasi dan bilateral sebesar 12%, obligasi dan medium term notes (MTN), sebanyak 12%, dan sisanya dari penagihan kredit yang berjalan.
(wep/dro)











































