Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (31/3/2010).
Hingga akhir 2009, CPIN mencatat pendapatan sebesar Rp 14,559 triliun, naik 9,31% dari tahun 2008 sebesar Rp 13,311 triliun. Beban pokok penjualan hanya naik 1,05% menjadi Rp 11,689 triliun dari sebelumnya Rp 11,567 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba usaha pun tercatat sebesar Rp 2,056 triliun, melesat 114,49% dari sebelumnya Rp 958,934 miliar. Perseroan juga berhasil mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp 103,515 miliar ketimbang tahun sebelumnya minus Rp 583,345 miliar.
Perolehan ini disebabkan adanya keuntungan kurs di tahun 2009 sebesar Rp 229,435 miliar ketimbang tahun 2008 terkena rugi kurs sebesar Rp 372,012 miliar.
Dengan perolehan tersebut, laba bersih melonjak 534,98% menjadi Rp 1,612 triliun dari sebelumnya Rp 253,977 miliar. Posisi laba per saham pun sebesar Rp 491, melonjak tajam dari sebelumnya Rp 77.
Harga saham CPIN saat ini sebesar Rp 2.725 per saham. Itu berarti, rasio harga saham terhadap laba per saham (PER) CPIN menurun drastis menjadi 5,54 kali, semakin murah dari sebelumnya 35,38 kali. (dro/dnl)











































