Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, akibat ada faktor efisiensi oleh dunia usaha, khususnya dari menurunnya harga pokok penjualan, berhasil mengatasi penurunan pendapatan perseroan sebesar 8,58% dari Rp 2,2 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 2,03 triliun di 2009.
Penurunan pendapatan tersebut tidak sejalan dengan penerimaan laba kotor perseroan yang naik 73,59%, dari Rp 94,18 miliar menjadi Rp 103,49 miliar pada tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pencapaian total beban usaha sebesar Rp 86,33 miliar, atau naik 11,68% dibanding posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 77,90 miliar, maka laba operasi Antatour mencapai Rp 17,15 miliar. Laba operasi ini meningkat tipis 5,4% jika disandingkan dengan raihan tahun 2008, Rp 16,27 miliar.
Laba sebelum pajak juga tercatat naik 8,95% dari Rp 20,14 miliar menjadi Rp 21,95 miliar hingga akhir Desember 2009. Dengan demikian maka, laba bersih perseroan tercatatkan Rp 15,89 miliar, atau meningkat 37,03% dibanding posisi yang sama tahun 2008, Rp 11,60 miliar.
Menurut Direktur Utama ANTA, Raymond Setokusumo, mengatakan penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan penjualan tiket sebesar 11,5% dari Rp 1,8 triliun pada periode tahun sebelumnya menjadi Rp 1,56 triliun pada tahun 2009.
Ia menambahkan, pendapatan dari paket tur pada tahun 2009 tercatat mengalami peningkatan 1,8%, menjadi Rp 294,32 miliar pada tahun lalu. Bandingkan tahun 2008 yang sebesar Rp 289,15 miliar.
(wep/dro)











































