BEI Investasi Rp 95 Miliar di 2010

BEI Investasi Rp 95 Miliar di 2010

- detikFinance
Kamis, 01 Apr 2010 09:24 WIB
BEI Investasi Rp 95 Miliar di 2010
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menganggarkan investasi tahun 2010 sebesar Rp 95 miliar. Dananya akan dialokasikan untuk pengembangan IT, berupa remote trading dan JATS.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan BEI Supandi saat ditemui di kantornya, SCBD Jakarta Rabu (31/3/2010).

"Investasi tahun 2010 Rp 95 miliar. Untuk investasi dalam pengembangan market, JATS dan remote trading sekitar Rp 45,8 miliar. Ini jadi prioritas, sesuai dengan RKAT 2010," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, dari total investasi tersebut, sebanyak Rp 15 miliar akan digunakan sebagai anggaran pembentukan mini trading floor. Sebelumnyam, direksi memang mempunyai rencana untuk merenovasi trading floor yang saat ini ada.

"Kita memang ada rencana untuk renovasi trading floor yang ada saat ini. Nantinya akan diubah sebagian sebagai office, function room dan ada juga rencana untuk menjadiinya semacam museum. Sedang dijajaki untuk optimalisasi penggunaan. Untuk mini trading floor rencananya akan dibangun dengan investasi sekitar Rp 15 miliar," kata Supandi.

Renovasi yang masuk dalam rencana 2010 tersebut, masih dalam tahap desain hingga belum bisa dipastikan realisasinya. Namun besar keinginan, bahwa hal tersebut sudah selesai pada akhir 2010.

"Belum tahun kapan, namun kami mengingkan akhir 2010 sudah selesai. Juni mudah-mudahan sudah bisa dimulai (renovasi)," ucapnya.

Lanjutnya, selama tahun 2009 total pendapatan bunga transaksi BEI tercatat mencapai Rp 343 miliar. Pendapatan fee tersebut menurun jika dibandingkan tahun 2008, yang mencapai Rp 372 miliar. Namun sayang dirinya tidak menyebut alasan kenapa pendapatan bunga transaksi tersebut menurun.

"Kalau untuk pendapatan reksadana dan obligasi, mencapai Rp 62 miliar," paparnya.

Sementara, BEI bersama SRO lain juga berencana untuk meneruskan program pengembangan pasar modal, dengan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Ini bertujuan untuk menyediakan sumber daya terlatih dan berlesensi bagi para anggota bursa (AB).

"Selama ini kan sering buka cabang, dan mereka sulit untuk dapat SDM berlesensi. PSP ternyata belum memenuhi. Untuk itu kita buat semacam short course dengan UI bersama SRO lain. Total investasi pengembangan P3MI tahun lalu Rp 4,5 miliar. Tahun ini mungkin lebih sedikit," katanya.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads