Direktur Utama Smart Daud Dharsono menjelaskan, proses verifikasi yang dilakukan akan melebihi apa yang dibutuhkan dan dikeluarkan Greenpeace.
"Hal ini menunjukkan tidak hanya komitmen kami terhadap produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan, namun juga peran kami dalam memberikan lapangan pekerjaan dan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian Indonesia," ujar Daud dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, penunjukkan CUC dan BSI telah melalui proses yang melibatkan konsultasi dengan Unilever, yang saat ini bertindak sebagai salah satu dewan eksekutif RSPO. Penunjukan dijanjikan dapat memberikan kejelasan melalui verifikasi yang independen, ilmiah dan metoda tersertifikasi atas isu-isu yang diangkat dalam laporan Greenpeace.
"Kami secara terus menerus melakukan evaluasi atas tata kelola yang terbaik sebagai bagian dari komitmen penuh terhadap produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan," paparnya.
Pada awal Februari, perseroan mengumumkan telah memperkuat rangkaian proses kerja untuk memastikan tidak ada pengembangan lahan-lahan dengan kadar karbon tinggi dan nilai konservasi tinggi. Hal ini sekaligus untuk memberikan jaminan kepada stakeholder bahwa SMAR terus berkomitmen untuk melestarikan hutan primer, lahan gambut serta keaneka ragaman hayati.
(wep/qom)











































