"Kita lihat jangka waktunya, kalau cukup longgar kita akan kumpulkan BUMN, siapa yang kira-kira bisa membeli," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (1/4/2010) malam.
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih menunggu adanya surat penawaran resmi atas penjuala saham tersebut dari grup Rajawali. Ia sendiri mengaku telah mengetahui adanya jatah saham pemerintah tersebut dari Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada cukup waktu dan diberi kesempatan pasti bisa," jelasnya.
Sebelumnya, Rajawali Corporation melalui anak usahanya Blue Valley membuka penawaran kepada pemerintah untuk membeli sisa saham SMGR yang dimiliki perseroan senilai Rp 516,929 miliar. Harga penawaran dipatok Rp 7.000 per saham.
Semula, Rajawali melalui Blue Valley memiliki 1,476 miliar (24,9%) saham SMGR, namun Rajawali yang merupakan perusahaan milik Peter Sondakh itu melepaskan 23,65% kepada investor strategis. Harga divestasi ditetapkan Rp 7.000 per saham, sehingga total nilai divestasi ini mencapai Rp 9,821 triliun.
Sebelum Rajawali menjual saham di Semen Gresik, komposisi kepemilikan sahamnya adalah pemerintah RI (51,01%), Blue Valley (24,9%), Deutsche Bank AG (3,32%) dan publik (20,88%). Pada penutupan perdagangan hari ini, saham Semen Gresik tercatat turun Rp 100 menjadi Rp 7.450.
Penjualan saham Semen Gresik ini adalah rangkaian penjualan saham yang dilakukan oleh Peter Sondakh, yang baru-baru ini masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.
Peter Sondakh sebelumnya juga telah melepas kepemilikannya di PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) kepada British American Tobacco (BAT). Peter Sondakh berniat fokus ke bisnis batubara.
Grup Rajawali sebelumnya juga melepas 15,97% saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) kepada perusahaan telekomunikasi asal Uni Emirat Arab, Etisalat senilai Rp 4,1 triliun.
(ang/qom)











































