Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, penjualan bersih CPRO tercatat Rp 6,83 triliun. Penjualan perusahaan pengelola tambak udang ini mengalami penurunan 16,36% dari posisi yang sama tahun sebelumnya, Rp 8,16 triliun.
Beban pokok penjualan CPRO juga turun 9,50% dari Rp 6,62 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp5,99 triliun sampai 31 Desember 2009. Dengan demikian maka perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp 836,11 miliar. Laba kotor CPRO anjlok 45,81% dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,54 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp 203,77 miliar, atau mengalami perbaikan dibanding posisi rugi tahun seleumnya, yang Rp 506,44 miliar. Beban pajak bersih pun tercatat Rp 13,37 miliar, padahal di tahun sebelumnya CPRO mencatat penghasilan pajak sebesar Rp 99,75 miliar.
Rugi perseroan sebelum pemangkasan hak minoritas tercatat Rp 217,25 miliar, atau mengalami perbaikan dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar Rp 406,69 miliar. Setelah terpangkas hak minotis sebesar Rp 16 juta, maka rugi bersih konsolidasi sebesar Rp 217,17 miliar.
Rugi bersih per saham pun menjadi Rp 5,4 per saham, atau menurun dibanding tahun 2008, yang sebesar Rp 19,4 per saham.
]
Β
(wep/dro)










































