Regional Pagi: Mayoritas bursa saham Asia melemah seiring merosotnya industri logam di tengah kekhawatiran akan stagnannya permintaan di China serta turunnya harga emas oleh spekulasi akan teratasinyakrisis fiskal di Yunani. Rio Tinto Group (-1%) di Sydney. BHP Billiton Ltd (-0.6%). Mitsubishi Corp (-0.3%) di Tokyo. Lihir Gold Ltd (-1.4%). S&P/ASX 200 (-0.2%) 4,797 Nikkei (-0.1%) 10,578 Kospi (-0.1) 1,658 STI (+0.2%) 2840
Commodity: Harga minyak diperdagangkan di atas US$ 84 per barel, setelah kuatnya tanda-tanda pemulihan ekonomi global, yang akan meningkatkan konsumsi energy dunia. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Mei, naik $ 1.11 sen (+1.3%) ke level US$ 84.87 per barel. Crude Oil (+0.9%) $85.6/bbl, Gold (+0.5%) $1.126/oz, CPO (+0.4%) 2,580RM/MT, Nickel (+0.2%) $25,050/MT, TIn (unc) $18,450/MT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic: Tiga Bulan Inflasi Rendah
Selama tiga bulan tahun ini laju inflasi ada di bawah 1 persen, bahkan mengalami deflasi pada Maret 2010 di level 0,14 persen karena panen raya dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Namun, Badan Pusat Statistic (BPS) memperkirakan harga barang dan jasa akan meningkat sebagai dampak tumbuhnya perekonomian sehingga pada akhirnya mendorong inflasi. Inflasi bulanan pada Januari 2010 mencapai 0,84 persen. Inflasi Februari sebesar 0,3 persen, sedangkan Maret 2010 mengalami deflasi 0,14 persen. Pemicu deflasi adalah turunnya harga pada kelompok bahan makanan yang memberikan sumbangan 0,91 persen. Komoditas yang paling mencolok penurunan harganya adalah beras, cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan perhiasan.
Automotive: Penjualan Mobil 1Q Melonjak 73%
Sepanjang 1Q10, realisasi penjualan mobil domestik melonjak 73% menjadi 165.387 unit dibanding periode yang sama tahun lalu 100.250 unit. Peningkatan pasar mobil dipicu oleh mulai pulihnya daya beli masyarakat dari guncangan krisis finansial global.
Banking: Suku Bunga Acuan Cenderung Tetap
Tekanan inflasi diperkirakan tetap rendah hingga akhir semester I-2010. Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia dapat mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate tetap di level 6,5 persen sampai akhir 2010. Kestabilan suku bunga acuan diharapkan memberikan ruang kepada kelanjutan tren penurunan suku bunga kredit.
Economic: Maret, Investasi SUN Oleh Asing Rp132 Triliun
Jumlah kepemilikan surat utang negara (SUN) per 30 Maret 2010 mencapai Rp132,42 triliun atau meningkat Rp11,61 triliun dibandingkan posisi Februari 2010 senilai Rp120,81 triliun. Asing dinilai masih memiliki kepercayaan besar terhadap prosepk surat utang Indonesia.
Banking: Konsumsi Masih Mendominasi Kredit
Sektor konsumsi tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit perbankan dengan kucuran kredit baru mencapai Rp46,37 T pada bulan pertama tahun ini menjadi Rp483,36 T. Realisasi itu berarti penyaluran kredit baru tumbuh sekitar 10,6% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp436,99 T. Kelompok Bank BUMN paling agresif menggenjot pembiayaan konsumsi dengan realisasi mencapai Rp188,99 T naik sebesar Rp32,98 T selama Januari, padahal bulan pertama tahun sebelumnya kredit konsumsi bank BUMN cenderung stagnan di level Rp124 T.
Mining: Laba emiten tambang turun tipis
Sebanyak 16 dari 19 emiten yang bergerak di sektor pertambangan membukukan laba bersih total Rp15,58 triliun selama 2009, turun 0,4% dari tahun sebelumnya Rp15,64 triliun. (bisnis/gps).
Economic:
Bapepam Sepakati Batas Minimal KPD Rp 10 Miliar
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengambil jalan tengah dalam batas minimal investasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) di angka Rp 10 miliar. Keputusan final akan diputuskan pada Jumat (8/3/2010), saat pelaku usaha memberi tanggapan secara resmi.
Menurut Kepala Biro Perundang-undangan dan Hukum Robinson Simbolon, nilai yang ditetapkan dalam KPD ini merupakan hasil rembukan antara Bapepam bersama pelaku usaha, yaitu para Manajer Investasi (MI). Padahal sebelumnya, wasit pasar modal ini berencana menetapkan batas minimal investasi KPD sebesar Rp 25 miliar.
Corporate news
TOTL: Telah Jual 25,58 Juta Saham Hasil Buyback
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) terus melancarkan aksi penjualan sahamnya. Saham itu adalah hasil program pembelian kembali (buyback) saham TOTL di masa krisis pada tahun 2008 lalu. Berdasarkan surat keterbukaan informasi TOTL yang dipublikasikan dua hari lalu (1/4), TOTL melego sebanyak 890.000 saham pada tanggal 31 Maret lalu. Dalam transaksi tersebut, perusahaan kontruksi bangunan ini melepas sahamnya pada harga rata-rata Rp 193,3 per saham. Lewat hajatan itu, TOTL berhasil meraup dana segar sebesar Rp 172,04 juta. Walhasil, jumlah total saham TOTL yang telah dijual kembali mencapai 25,58 juta saham dari 33,53
juta saham hasil buyback pada dua tahun lalu. Artinya, jumlah sisa saham hasil buyback yang belum dilepas oleh TOTL sebanyak 7,95 juta saham.
ADMG: Laba Tertolong Keuntungan Kurs
PT Polychem Indonesia Tbk, anak perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk, memperoleh laba bersih Rp53,81 miliar pada tahun lalu karena tertolong laba selisih kurs dan penghasilan bunga. Emiten itu membukukan rugi kurs Rp263,39 miliar pada 2008. Pada tahun lalu, laba selisih kurs Rp136,19 miliar dan penghasilan bunga Rp10,79 miliar. Namun, Polychem mencetak rugi usaha Rp24,81 miliar pada tahun lalu dibandingkan dengan laba usaha Rp56,06 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan emiten itu menurun dari Rp4 triliun pada 2008 menjadi Rp3,14 triliun pada tahun lalu.
KAEF: Segera Dirikan Anak Usaha
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersiap untuk mendirikan anak perusahaan yang memproduksi obat golongan kortikosteroid. Demi melancarkan aksinya, KAEF berharap pemegang saham bersedia memangkas porsi dividennya. Belum jelas porsi penurunan dividen 2009 KAEF. Yang pasti, pemangkasan dividen harus mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham. KAEF juga telah membentuk tim internal untuk menyiapkan pembentukan anak usaha baru.
MEDC: Tuntaskan Proyek PLTGU Panaran II
Akhirnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merampungkan pembangunan tambahan turbin uap generator (combine cycle) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Panaran II, Pulau Batam. Turbin generator berkapasitas 20,6 Megawatt (MW) ini sudah mulai dapat beroperasi pada akhir Maret lalu. Medco Energi mulai mengerjakan proyek ini sejak 13 Juni 2008. Pengerjaannya dilakukan oleh konsorsium Mitsui-Hyundai dengan nilai proyek sebesar US$ 54,6 juta. Pembangunan ini untuk meningkatkan kapasitas pasokan tenaga listrik di Pulau Batam dari 55,5 MW menjadi 82,1 MW. Selanjutnya, pengoperasian PLTGU Panaran II ini dilakukan oleh PT Dalle Energy Batam (Dalle Energy), anak usaha Medco. PLTGU Panaran II ini akan memasok hampir 80% kebutuhan listrik di Pulau Batam.
KIAS: Laba Produsen Keramik KIA naik 27 persen
PT Keramik Indonesia Assosiasi Tbk (KIA) berhasil meningkatkan kinerja keuangan tahun 2009. Berdasarkan laporan keuangan, perseroan berhasil meningkatkan laba 27 persen, yakni dari Rp 21,5 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp 27,3 miliar pada tahun 2009. Direktur Utama KIA Rico Susilo mengatakan, tahun 2009 perseroan juga berhasil meningkatkan aktiva menjadi Rp 1,32 triliun atau naik 59% dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 830 miliar.
KLBF: Proyeksikan Belanja Modal Rp450 Miliar
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp450 miliar. Seluruh anggaran itu akan dibiayai dari kas internal perseroan yang hingga 2009 tercatat sebesar Rp1,2 triliun. Pihaknya akan menggunakan 50% capex atau sekitar Rp225 miliar untuk pabrik dan penambahan mesin-mesin baru. Selain itu, perseroan juga menggunakan Rp150 miliar dari anggaran capex untuk pembangunan distribusi dan logistik serta menambah beberapa cabang.
BVIC: Segera Tunjuk Penjamin Emisi
PT Bank Victoria Tbk (BVIC) segera menunjuk penjamin pelaksana emisi untuk menangani penerbitan obligasi dan rights issue yang akan digelar pada pertengahan tahun ini. Perusahaan menargetkan dapat meraih dana senilai Rp 450 miliar dalam aksi korporasi tersebut. Saat ini, perseroan masih melakukan proses seleksi.
TLKM: Targetkan Obligasi Rp3 T
TLKM akan mengurangi pinjaman bank menyusul potensi penyerapan obligasi international (global bond) mencapai Rp3 triliun dari rencana semula Rp2 triliun. TLKM akan melaporkan ke otoritas pasar modal untuk memastikan besaran nilai obligasi .
ELTY: Raih pinjaman Rp1 T
ELTY segera menarik pinjaman dari bank sebesar Rp 1 triliun untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tahun ini yang sipatok sekitar Rp2,5 triliun-Rp3 triliun. Dirut ELTY, Hiramsyah S. Thaib menuturkan ELTY akan mempercepat pemenuhan kebutuhan belanja modal tahun ini agar proyek-proyek yang direncanakan bisa segera dijalankan.
SMGR: BUMN Siap Eksekusi 1,25% Saham Rajawali di Semen Gresik
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tawarkan 73,847 juta saham (1,25%) milik Rajawali Corporation di PT Semen Gresik Tbk (SMGR) kepada sejumlah perusahaan pelat merah di sektor industri yang serupa. Namun, hingga saat ini pemerintah belum juga menerima surat penawaran penjualan saham tersebut.
BBTN: Proyeksikan Raih Dana Murah Rp31,36 Triliun
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan perolehan dana murah mencapai Rp31,36 triliun atau 65% dari total dana pihak ketiga (DPK) perseroan. Tahun 2009, DPK Perseroan mencapai Rp27,64% dari tahun sebelumnya Rp31,5 triliun.
MNCN: MNC Cetak Pendapatan Rp 3,92 Triliun
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,92 triliun per 31 Desember 2009 dibandingkan dengan Rp3,92 triliun per 31 Desember 2008.
Earning Watch
BUMI: Laba Bersih Turun
Laba bersih emiten batu bara yang dikendalikan oleh keluarga Bakrie itu menurun 49% dari US$371,69 juta pada 2008 menjadi US$190,45 juta pada tahun lalu karena dipicu oleh lonjakan biaya pengupasan lahan senilai US$275 juta. Selain biaya itu, BUMI juga dibebani lonjakan beban bunga dan keuangan dari US$37,73 juta pada 2008 menjadi US$180,92 juta pada tahun lalu. Perusahaan itu juga menderita kerugian atas transaksi derivatif US$63,37 juta dan pembayaran pajak US$42,24 juta.
Seiring dengan penurunan pendapatan 4,77% dari US$3,38 miliar pada 2008 menjadi US$3.22 billion pada tahun lalu, laba usaha BUMI tergerus 42,09% dari US$1,10 miliar pada 2008 menjadi US$638,25 juta. Penurunan laba usaha itu dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan 19,77% dari US$1,76 miliar pada 2008 menjadi US$2,12 miliar pada tahun lalu. Akibatnya, marjin usaha BUMI merosot drastis dari 32,63% pada 2008 menjadi 19,83% pada tahun lalu.
Rumor
Saham PT Trias Sentosa Tbk (TRST) bakal dikerek bandar seiring rencana Grup Djarum yang akan menyuntikan dana segar untuk mendukung langkah ekspansi perseroan. Kinerja laporan keuangan yang kinclong juga akan memicu penguatan sahamnya.
Para pemain saham yakin saham PT Buni Serpong Damai Tbk (BSDE) berpotensi menguat hingga ke Rp900, terkait rencana perseroan membeli kembali (buyback) saham melalui pasar sekunder pasca-private placement.
Corporate Actions
Hari ini (5/04), cum date rights issue Bank International Ind. Tbk (BNII) Ratio 1(new) : 8(old) Rp 225 per saham. Ex date (06 Apr 2010)
Earning Watch
BUMI: Marjin Usaha Turun Jadi 19,83%
Technical Picks
- BSDE(680) – Trading Buy
- AALI (24800) – Trading Buy
- SMGR (7850) – Trading Buy
- BBRI (8700) – Trading Buy.
(etr/qom)











































