Lippo Karawaci Terbitkan Obligasi US$ 350 Juta

Lippo Karawaci Terbitkan Obligasi US$ 350 Juta

- detikFinance
Senin, 05 Apr 2010 17:48 WIB
Lippo Karawaci Terbitkan Obligasi US$ 350 Juta
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana akan menerbitkan obligasi berdominasi dollar (global bond) sebesar US$ 350 juta. Penerbitan obligasi ini bertujuan untuk menggantikan obligasi perseroan yang jatuh tempo pada tahun 2011, sebesar US$ 250 juta, sedangkan sisanya US$ 100 juta sebagai belanja modal perseroan.

Demikian disampaikan Presiden Direktur LPKR Eddy Handoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/4/2010).

"Obligasi global ini sebesar US$ 350 juta unsecured yang akan jatuh tempo pada 2015. Dana akan dipakai untuk mengkonversi pinjaman obligasi US$ 250 juta. Sisanya untuk pengembangan rumah sakit yang menjadi salah satu core busniess perseroan," kata Eddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan menargetkan dapat menyelesaikan persiapan penerbitan obligasi ini pada akhir bulan ini, sebelum mendapat persetujuan dari pemegang saham, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya terselenggara pada 3 Mei 2010. Sebagai penjamin emisi atas surat utang tersebut, perseroan telah menunjuk Deutsche Bank dan Citibank.

"Kita sih targetnya secepatnya. Akhir bulan mudah-mudahan sudah selesai. Tapi harus adakan RUPS dulu untuk mendapat persetujuan, pada 3 Mei 2010," Ujar Head of Corporate Communications LPKR Danang Kemayan Jati saat dihubungi detikFinance.

Perseroan juga bersiap melakukan roadshow guna menawarkan obligasi tersebut. Rencananya benua Asia dan Uni Eropalah yang menjadi bidikan pembeli Lippo Karawaci. Untuk Asia ditargetkan negara-negara seperti Singapura, Hongkong dan Jepang dapat berperan aktif dalam menyerap surat utang perseoan.

"Kita sudah rencanakan. Asia dan Uni eropa, namun detailnya belum bisa disampaikan," tambah Danny.

Dengan kepercayaan investor global yang semakin membaik, ditambah naiknya rating Indonesia serta tren aliran dana global yang masuk ke dalam negeri semakin banyak, diharapkan dapat dipertahakan. Ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta untuk pengembangan usaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan peningkatan GDP.

“Namun aliran dana global yang saat ini mengalir tersebut masih bersifat jangka pendek dan dalam bentuk investasi dan portfolio, sehingga beresiko cepat keluar berdasarkan sentimen pasar. Belum pada tingkatan untuk keperluan investasi jangka panjang dan untuk keperluan sektor riil. Maka, inilah saatnya, baik bagi institusi pemerintah maupun swasta, menarik investasi global langsung untuk investasi jangka panjang dan untuk investasi di sektor riil.” jelas Eddy.

Perseroan sampai saat ini memiliki empat rumah sakit. Pada tahun ini diharapkan The Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) – Siloam Hospitals sudah mulai dioperasika. Perseroan juga berjanji akan terus mengembangkan bisnisnya ke beberapa lokasi yang saat ini sedang diproses perijinannya, antara lain di Tanjung Bunga Makassar, Bali dan beberapa kota lain di Indonesia.


(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads