Demikian disampaikan Presiden Direktur LPKR Eddy Handoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/4/2010).
"Obligasi global ini sebesar US$ 350 juta unsecured yang akan jatuh tempo pada 2015. Dana akan dipakai untuk mengkonversi pinjaman obligasi US$ 250 juta. Sisanya untuk pengembangan rumah sakit yang menjadi salah satu core busniess perseroan," kata Eddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sih targetnya secepatnya. Akhir bulan mudah-mudahan sudah selesai. Tapi harus adakan RUPS dulu untuk mendapat persetujuan, pada 3 Mei 2010," Ujar Head of Corporate Communications LPKR Danang Kemayan Jati saat dihubungi detikFinance.
Perseroan juga bersiap melakukan roadshow guna menawarkan obligasi tersebut. Rencananya benua Asia dan Uni Eropalah yang menjadi bidikan pembeli Lippo Karawaci. Untuk Asia ditargetkan negara-negara seperti Singapura, Hongkong dan Jepang dapat berperan aktif dalam menyerap surat utang perseoan.
"Kita sudah rencanakan. Asia dan Uni eropa, namun detailnya belum bisa disampaikan," tambah Danny.
Dengan kepercayaan investor global yang semakin membaik, ditambah naiknya rating Indonesia serta tren aliran dana global yang masuk ke dalam negeri semakin banyak, diharapkan dapat dipertahakan. Ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta untuk pengembangan usaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan peningkatan GDP.
“Namun aliran dana global yang saat ini mengalir tersebut masih bersifat jangka pendek dan dalam bentuk investasi dan portfolio, sehingga beresiko cepat keluar berdasarkan sentimen pasar. Belum pada tingkatan untuk keperluan investasi jangka panjang dan untuk keperluan sektor riil. Maka, inilah saatnya, baik bagi institusi pemerintah maupun swasta, menarik investasi global langsung untuk investasi jangka panjang dan untuk investasi di sektor riil.” jelas Eddy.
Perseroan sampai saat ini memiliki empat rumah sakit. Pada tahun ini diharapkan The Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) – Siloam Hospitals sudah mulai dioperasika. Perseroan juga berjanji akan terus mengembangkan bisnisnya ke beberapa lokasi yang saat ini sedang diproses perijinannya, antara lain di Tanjung Bunga Makassar, Bali dan beberapa kota lain di Indonesia.
(wep/dro)











































