Rehat Ambil Untung, IHSG Kehilangan 6 Poin

Rehat Ambil Untung, IHSG Kehilangan 6 Poin

- detikFinance
Selasa, 06 Apr 2010 16:10 WIB
Rehat Ambil Untung, IHSG Kehilangan 6 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya gagal ditutup di atas level 2.900 lantaran adanya aksi ambil untung (profit taking) di sebagian besar saham-saham unggulan. Saham Bakrie 7 menjadi primadona perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Selasa (6/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.888,806 dan langsung menguat hingga sempat menyentuh level 2.911,463, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 2.887,246.

Sebagian besar saham-saham unggulan menguat cukup besar disokong oleh sentimen positif serta kenaikan tajam harga saham-saham Bakrie 7. Investor asing sepertinya fokus melakukan aksi beli di saham Bumi Resources (BUMI) dengan transaksi mencapai Rp 1 triliun lebih. Saham BUMI mulai aktif kembali setelah masa vakum beberapa pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di tengah perdagangan, aksi jual mendera lantai bursa, khususnya pada sebagian besar saham-saham unggulan di berbagai sektor dipimpin oleh kejatuhan saham Astra International (ASII). Tampaknya sebagian investor memutuskan melakukan profit taking setelah rally panjang selama sebulan terakhir.

Aksi jual massif pun memukul IHSG ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.871,747. Hanya indeks saham sektor pertambangan dan konsumsi yang masih berada di zona hijau sekaligus menopang IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Sisanya, terjebak di zona negatif.

BUMI yang baru saja mendapatkan kontrak batubara dengan Jepang di harga US$ 104 per ton, memberikan angin segar pada saham-saham batubara lainnya. Kontrak ini mengindikasikan akan adanya kenaikan harga jual batubara di pasar spot dunia untuk tahun 2010. Itu berarti, investor mencium peluang kenaikan laba yang cukup tinggi di 2010.

Pada perdagangan Selasa (6/4/2010), IHSG ditutup turun 6,277 poin (0,22%) ke level 2.880,969. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 1,291 poin (0,23%) ke level 560,675.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.050 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.065 per dolar AS. Rupiah pagi tadi sempat menyentuh titik terkuatnya di 9.035 per dolar AS.

Aktivitas investor asing masih didominasi aksi pembelian sebesar Rp 1,821 triliun, transaksi jual sebesar Rp 1,457 triliun. Transaksi bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 363,802 miliar.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan, kecuali Bursa Jepang yang berada di zona merah sejak tadi pagi.
  • Indeks Shanghai naik 0,72 poin (0,02%) ke level 3.158,68.
  • Indeks Nikkei-225 turun 56,98 poin (0,50%) ke level 11.282,32.
  • Indeks Strait Times naik 9,47 poin (0,32%) ke level 2.977,85.
  • Indeks KOSPI naik tipis 1,10 poin (0,06%) ke level 1.726,09.


Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 151.044 kali pada volume 10,089 miliar lembar saham senilai Rp 6,675 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 109 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 13.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 25.600, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 250 ke Rp 2.550, Indika (INDY) naik Rp 100 ke Rp 2.850, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 4.700.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 45.300, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 162.500, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.300, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.400, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.750, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.200.
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads