BEI Tuan Rumah Pertemuan Bursa Se-Asia Pasifik

BEI Tuan Rumah Pertemuan Bursa Se-Asia Pasifik

- detikFinance
Selasa, 06 Apr 2010 17:31 WIB
BEI Tuan Rumah Pertemuan Bursa Se-Asia Pasifik
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian & Oceania Forum, yaitu pertemuan otoritas bursa wilayah Asia Pasific di Bali, 13 April 2010. Forum ini akan membahas tema khusus yaitu Good Corporate Governance (GCG), serta berbagi permasalahan yang terjadi di kawasan ini.

"Ini agenda tahunan dan tahun ini bertema GCG," ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito saat ditemui di kantornya, SCBD Jakarta Selasa (6/4/2010).

Mantan Menteri BUMN, Sofyan Djalil juga dipastikan sebagai salah satu pembicara dalam forum ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga dijadwalkan akan hadir dan memberikan kata sambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, dalam pertemuan yang direncanakan dihadiri oleh 19 perwakilan bursa saham dari 19 negara ini, selain membicarakan tema GCG, juga akan dilakukan diskusi terkait permasalahan yang terjadi pada masing-masing bursa. Utamanya adalah likuiditas dan kesiapan sistem teknologi informasi pada bursa yang masih berkembang.

"Ada 19 perwakilan, dan merupakan acara bursa dengan pembahasan likuiditas, investor dan emiten untuk bursa-bursa yang sudah lebih matang. Sedangkan untuk bursa yang masih berkembang, akan dinantikan kesiapan mereka dengan penerapan sistem TI," paparnya.

Lanjutnya, negara-negara seperti Singapura, Tokyo, India dan Korea dipastikan mempunyai permasalahan likuiditas. Rasio investor mereka di dalam negeri sudah semakin tinggi hingga harapan untuk penambahan, hanya bisa didapat dari luar negeri.

"Di bursa-bursa yang sudah matang, emitennya juga terbatas hingga harus menciptakan produk baru atau mengundang perusahaan-perusahaan untuk listing," ungkap Ito.

Sedangkan untuk bursa yang tergolong baru, seperti China dan Indonesia, standar untuk meningkatkan sistem teknologi informasi menjadi tantangan di masa yang akan datang.

"Penyempurnaan sistem TI menjadi prasyarat untuk kita maju lebih cepat. Kita harus banyak belajar dari Korea yang maju," tuturnya.

Dalam forum juga akan diresmikan secara formal bergabungnya Hanoi Stock Exchange untuk menjadi anggota. "Vietnam kan ada dua, Ho Chi Min Stock Exchange sudah. Sekarang Hanoi," paparnya.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads