IHSG Gagal Nangkring di 2.900

IHSG Gagal Nangkring di 2.900

- detikFinance
Rabu, 07 Apr 2010 16:07 WIB
IHSG Gagal Nangkring di 2.900
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya hanya ditutup naik 17 poin, gagal merengkuh level 2.900 pada perdagangan hari ini. Pelemahan saham tambang logam plus Bumi Resouces (BUMI) dan Telkom (TLKM) menahan laju IHSG.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.881,371 dan langsung menguat tajam ke level 2.916,109, naik 36 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.880,969.

Penguatan dipicu oleh perburuan atas sejumlah saham-saham unggulan hampir di semua sektor, khususnya sektor perkebunan seperti Astra Agro (AALI), Lonsum (LSIP), Sampoerna Agro (SGRO), SMART (SMAR) serta saham-saham lainnya seperti Indo Tambang (ITMG), Astra International (ASII), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA) dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di tengah perdagangan, daya beli susut dan sebagian investor memutuskan melakukan aksi ambil untung (profit taking) sehingga membuat laju IHSG terkikis.

Saham-saham unggulan yang melemah antara lain Telkom (TLKM), Inco (INCO), Bumi Resources (BUMI), Semen Gresik (SMGR), BRI (BBRI), Indofood (INDF), Bank Mandiri (BMRI), Aneka Tambang (ANTM), Timah (TINS) dan lain sebagainya.

Indeks saham sektor perkebunan menopang kenaikan IHSG pagi ini, diikuti dengan penguatan indeks saham konsumsi. Sedangkan indeks saham sektor pertambangan yang tadi pagi menguat, kini berbalik arah ke zona merah bersama dengan indeks saham sektor infrastruktur.

Dan tentunya, saham-saham lapis dua cukup memberikan kontribusi besar bagi kenaikan IHSG hari ini, terutama mengingat banyaknya saham-saham unggulan yang terjebak di zona merah.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG ditutup menguat 17,613 poin (0,61%) ke level 2.898,582. Indeks LQ 45 juga menguat 2,003 poin (0,35%) ke level 562,678.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.050 per dolar AS, setelah sempat menguat ke level 9.040 per dolar AS.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi pembelian sebesar Rp 1,803 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,657 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 145,560 miliar.

Bursa-bursa Asia hari ini didominasi penguatan.

  • Indeks Shanghai turun 10,46 poin (0,33%) ke level 3.148,22.
  • Indeks Hang Seng naik tajam 391,77 poin (1,82%) ke level 21.928,77.
  • Indeks Nikkei-225 menguat tipis 10,51 poin (0,09%) ke level 11.292,83.
  • Indeks Straits Times menguat 14,61 poin (0,49%) ke level 2.990,15.
  • Indeks KOSPI naik tipis 0,51 poin (0,03%) ke level 1.726,60.


Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 139.035 kali pada volume 7,593 miliar lembar saham senilai Rp 5,927 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 86 saham turun dan 74 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 27.000, SMART (SMAR) naik Rp 350 ke Rp 3.750, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.650, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 12.550, Astra International (ASII) naik Rp 200 ke Rp 45.500.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 73.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 13.550, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 8.200, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.050, Bumi Respurces (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.475, Inco (INCO) turun Rp 75 ke Rp 4.625, PGN (PGAS) turun Rp 75 ke Rp 4.150.


Β 
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads