Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Apr 2010 09:22 WIB

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jakarta - Dow Jones: Indeks S&P 500 turun 0.6% ke level 1,182.45 turun dari posisi tertinggi selamaa 18 bulan terakhir. Semantara, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 72.47 poin, atau turun 0.7%, ke level 10,897.52. Penurunan bursa ini dipicu menurunnya kredit konsumsi dan kekhawatiran mengenai utang Yunani. The fed mengungumkan kredit konsumsi AS turun sebanyak US$ 11.5 milyar di bulan February. Saham-saham yang melemah antara lain Visa Inc. dan American Express Co. yang turun lebih dari 1.7%.

Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah untuk pertama kalinya dalam 6 hari, dipimpin oleh perusahaan tambang dan produsen otomotif, setelah terjadinya penurunan kredit konsumen yang melampaui ekspektasi di AS. Kredit konsumen turun $11.5 miliar pada Februari, terbesar dalam 3 bulan, setelah turun $10.6 miliar pada Januari. Pelemahan juga didorong oleh apresiasi yen.

BHP Billiton Ltd (-1.9%) setelah merosotnya harga minyak dan logam. Nintendo Co dan Honda Motor Co, yang memperoleh lebih dari 40% pendapatannya di Amerika, turun sedikitnya 1.4% di Tokyo seiring penguatan yen menurunkan outlook pendapatan ekspor. Nikkei 225 (-0.6%) 11,206 S&P/ASX 200 Index (-0.48%) 4937 Kospi (-0.13%) 1,724 STI (-0.7%) 2967

Commodity: Pemerintah AS mengungumkan persediaan minyak mentah kembali meningkat selama 10 minggu terakhir, hal ini menyebabkan terjadinya tekanan pada harga minyak. Selama minggu lalu persediaan minyak naik 1.98 juta barrel, menjadi 356.2 juta barrel. Harga minyak untuk pengiriman bulan Mei turun 39 sen (-0.5%) ke level $85.49.  Crude Oil (-0.3%) $85.6/bbl, Gold (-0.1%) $1,148/oz, CPO (+0.4%) 2,580RM/MT, Nickel (-0.5%) $24,725/MT, TIn (+0.9%) $18,575/MT.

Economic & Industrial News

Energy: Ekspor Nonmigas Bakal Tumbuh 8,5 %

Pemerintah optimistis ekspor nonmigas tahun ini akan melampaui target pertumbuhan sebesar 8,5 %. Sesuai dengan Renstra Kementerian Perdagangan 2010-2014, pertumbuhan ekspor nonmigas ditargetkan sebesar 7 - 8,5 % pada 2010. Kementerian Perdagangan mencatat, ekspor nonmigas Januari 2010 mencapai US$ 9,5 miliar atau tumbuh 46,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, ekspor nonmigas pada Februari 2010 yang mencapai US$ 9,1 miliar, meningkat sebesar 48,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Economic: Pasar Ekspor Telah Bergeser

Saat ini telah terjadi pergeseran pasar tujuan ekspor Indonesia dari negara tradisional ke negara non tradisional. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menyatakan, pada Januari - Februari tahun 2005, ekspor non migas ke lima negara tujuan yaitu Singapura, Amerika Serikat, China, Jepang dan Malaysia mencapai 51%. Pada dua bulan pertama tahun ini ekspor ke lima negara ini porsinya turun menjadi sebesar 47%. Sementara itu, pasar lainnya justru mengalami peningkatan yaitu India yang naik dari 4% menjadi 8%, dan Korea Selatan yang naik dari 4% menjadi 6%.

Industry: Penjualan sepeda motor naik 35%

Pasar motor nasional pada kuartal 1/2010 bertumbuh signifikan 35,2 % menjadi sekurangnya 1,64 juta unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terpacu oleh penguatan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi yang kondusif. Berdasarkan data sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang triwulan pertama tahun ini Yamaha memimpin pasar dengan angka penjualan 759.275 unit, diikuti oleh Honda 750.163 unit. Sementara itu di urutan ketiga Suzuki meraup angka penjualan 116.295 unit, diikuti oleh Kawasaki sebanyak 18.998 unit. Adapun dua merek lainnya, yakni Kanzen dan TVS, belum mencatatkan kinerja penjualannya.

Banking: Penyerapan SBI Pecahkan Rekor

Setelah BI memutuskan BI Rate tetap di level 6,5% penyerapan hasil lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) melonjak cukup signifikan dengan dominasi SBI berjangka 3 bulan. Berdasrkan hasil lelang SBI per 8 April, bank sentral menyerap dana Rp52,8 T dari pagu indikatif sebesar Rp52 T, sehingga mengalami kelebihan Rp280 M. Penyerapan SBI berjangka 3 bulan mencapai rekor tertinggi sejak instrumen itu diterbitkan yakni mencapai Rp33,2 T dari jumlah yang ditawarkan sebesar Rp35,96 T.

Economic: Perubahan asumsi ICP

Untuk menghadapi fluktuasi harga tersebut, usulan patokan harga ICP di kisaran US$ 77 per barel dalam APBN Perubahan 2010 masih mungkin untuk diubah. Terus tingginya harga dunia tidak menutup kemungkinan akan memengaruhi harga bahan minyak (BBM) di dalam negeri, kendati pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM tahun ini. Syaratnya, asumsi harga jual minyak, nilai tukar rupiah, dan volume konsumsi BBM sesuai dengan RAPBN Perubahan 2010.

Dalam Rancangan Undang-Undang APBN-P 2010 disebutkan adanya perubahan Pasal 7 ayat 3, yakni dalamhal perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dalam 1 tahun melonjak lebih dari 10% dari harga yang diasumsikan APBN-P 2010, pemerintah diberi kewenangan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Itu artinya, batas atas harga minyak yang memungkinkan harga BBM tidak naik US$ 84,7 per barel.

Corporate news

UNVR: Gandakan Target Penjualan

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini double digit. Perseroan pun mempertimbangkan rencana penambahan jenis produk yang diedarkannya guna mendongkrak penjualan. Tahun lalu, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 18,25 triliun atau 17,14% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 15,58 triliun. Peningkatan tersebut memicu lonjakan laba bersih perseroan di 2009 menjadi Rp 4,21 triliun.

Sementara itu perseroan tengah menunggu hasil penilaian dari dua tim verifikasi independen yang telah ditunjuk PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART). Jika hasil dari tim verifikasi sudah keluar dan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran seperti yang dituduhkan Greenpeace, Unilever akan melanjutkan kembali bisnisnya dengan SMART. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) setelah mendapat persetujuan dari PT Unilever Tbk menunjuk dua lembaga independen Control Union Certification (CUC) dan British Standard Institution Group (BSI) untuk memverifikasi tudingan pelanggaran lingkungan dari Greenpeace. Lembaga independen ini diharapkan bisa bekerja dalam waktu 2 bulan - 3 bulan.

ADMF: Bagikan Dividen Rp 242,5 Miliar

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) telah mendapatkan persetujuan para pemegang sahamnya untuk membagikan dividen tahun buku 2009. Adira Finance akan membagikan dividen sekitar 20% dari laba bersih 2009 atau sejumlah Rp 242,5 miliar. Namun, pembagian dividen tersebut turun dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 50%. Tahun 2009 lalu, Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun atau naik sekitar 18,8% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu berharap mendapat suntikan pinjaman dana dari BDMN sebesar Rp16 triliun. Dana sebesar itu merupakan bagian dari target perusahaan untuk menyalurkan pembiayaan pada tahun ini, yang jumlahnya mencapai Rp17,5 triliun. Tahun lalu, Adira telah menyalurkan pembiayaan Rp14,5 triliun. Direktur Keuangan AMF, Hafi d Hadeli menjelaskan pembiayaan sebesar itu akan diperuntukkan bagi kendaraan bermotor sebanyak 1,35 juta unit.

BMRI: Kredit Capai Rp198,5 Triliun

Kredit sedang berjalan Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik menjadi Rp199,9 triliun pada 1Q10. Jumlah itu meningkat 13% dibadning periode sama 2009 sebesar Rp176,9 triliun. Sepanjang 2010, diperkirakan laba berish tumbuh 15-20%. Ini terutama akan ditopang pertumbuhankredit. Penyalurankredit perusahaan diperkirakan naik 15-18% tahun ini.

LPCK: Lippo Cikarang Targetkan Penjualan Naik 50%

Perusahaan pengembang, PT Lippo Cikarang Tbk, menargetkan penjualan properti tahun ini sebesar Rp 600 miliar, atau naik 50% dibandingkan 2009. Target tersebut diharapkan tercapai dari penjualan semua jenis properi yang ada, baik residensial, industrial, maupun komersial seiring membaiknya kondisi perekonomian yang akan mendorong penjualan sektor properti.

Presiden Direktur Lippo Cikarang Tbk Eddy Handoko sebelumnya menyatakan bahwa perseroan akan menerbitkan obligasi internasional sebesar US$ 350 juta atau Rp 3,15 triliun melalui Deutsche Bank dan Citibank sebagai penjamin emisi. Dia menambahkan, dana obligasi sebesar US$ 250 juta akan digunakan untuk mengonversi pinjaman obligasi yang akan jatuh tempo awal 2011. Adapun sisanya digunakan untuk belanja modal perseroan pada tahun ini.

GZCO: Bidik 3 Perusahaan Minyak Sawit

PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) membidik 3 perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera dan Kalimantan untuk diakusisi pada tahun ini. Dana yang akan digunakan untuk akuisisi itu di luar belanja modal yang disiapkan tahun ini. Sepanjang tahun ini, Gozco mengalokasikan belanja modal Rp 300 miliar.

BIPI: Incar 3 Ladang Migas Pertamina

PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menjajaki akuisisi 3 ladang migas yang saat ini dikelola PT Pertamina EP. Benakat menyiapkan dana Rp1 triliun untuk mengelola blok migas yang ditawarkan perusahaan migas pelat merah itu melalui pola kerjasama operasi (KSO). Pada 2009, pendapatan Benakat sebesar Rp155,515 miliar, dengan laba bersih Rp14 miliar.

TINS: Cari Pinjaman Rp400 Miliar

PT Timah (Persero)Tbk (TINS) tengah mencari pinjaman Rp400 miliar dari perbankan. Perseroan membutuhkan dana segar dari pihak luar guna menutupi kekurangan capex yang mencapai Rp800 miliar pada 2010. Dana capex akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi timah di laut. Selain itu, belanja modal juga akan dialokasikan untuk memperkuat pengembangan produk hilir.

BBTN: Akan jual surat utang hingga Rp2 T

BBTN akan segera menerbitkan obligasi. Rencananya BBTN akan menerbitkan surat utang minimal sebesar Rp1,5 triliun dan maksimal Rp2 triliun. Dananya untuk menggenjot penyaluran kredit tahun in.

BHIT: Hary Tanoe Borong Saham Bhakti

Pengusahan Hary Tanoesoedibjo telah memborong 70 juta saham PT Bakti InvestamaTbk (BHIT) di pasar pada 6-7 April 2010. Pebelian saham sekitar 0,96% itu menghabiskan dana Rp67 miliar. Pada 6 April Hary Tanoe membeli 50 juta saham (0,69% pada harga Rp940 per unit. Nilai transaksinya sebesar Rp47 miliar. Hary Tanoe memborong 20 juta saham (0,27%) pada harga Rp1.000 per unit. Dengan demikian, Hary Tanoe kini menguasai 16,96% saham BHIT.

SMGR: 6 Institusi Kuasai Saham Rajawali

Sebanyak 80 hingga 90 investor menjadi pembeli saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) yang dilepas Rajawali Group dalam private placement 1,40 miliar saham pada harga Rp 7.000 per saham. Seorang eksekutif yang mengetahui hal tersebut mengungkapkan, dari puluhan investor tersebut, 6 pembeli institusi terbesarnya adalah Fortis Investment, Schroder Investment, Fidelity Investment, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), Genesis Capital, dan Capitol Group.

GDYR: Penjualam GoodYear Capai Rp1,29 Triliun

Produsen ban PT GoodYear Indonesia Tbk mencetak penjualan Rp1,29 triliun pada tahun lalu. Jumlah itu merupakan pencpaai tertinggi dalam penjualan Goodyear selama beroperasi di Indonesia. Peningkatan tersebut didominasi penjualan dalam negeri yang menyumbang Rp719 miliar. Sedangkan penjualan eksport hanya berkontribusi Rp537 miliar.

Rumor

UBS AG, salah satu pemegang saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dikabarkan akan menambah kepemilikan saham dari 17% menjadi 20% melalui buyback. Langkah itu ditempuh karena Bormindo Nusantara, anak usaha Ancora, sedang mengincar kontrak sewa rigs dari Shell setelah memenangi kontrak dari Chevron.Para bandar akan mengerek saham OKAS ke level Rp450.

Technical Picks


  • INDY (2875) –Sell
  • ELSA (580) – Sell
  • ASII (45500) – Sell
  • ADRO (2150) – Sell.
 



(etr/qom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed