Pada perdagangan Jumat (9/4/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.850,633, namun langsung naik ke level 2.870,280 naik 20 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.850,834.
Namun kenaikan IHSG tak berlangsung lama. Mendadak IHSG berbalik arah ke zona merah hingga sempat menyentuh level 2.833,244, turun 17 poin dari penutupan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir seluruh saham-saham unggulan mengalami koreksi cukup dalam. Untungnya, saham-saham sektor pertambangan batubara dan logam bersama-sama dengan penguatan saham-saham lapis dua berhasil menahan laju penurunan IHSG.
Setelah mengalami penguatan tajam selama beberapa pekan terakhir hingga sempat menembus level 2.900-an, IHSG kini bergerak sideways. Pola ini merupakan kebiasaan yang sering terjadi setelah terjadinya kenaikan cepat atau rally.
Pola sideways mencerminkan adanya upaya mengambil untung tanpa membuat IHSG jatuh terlalu dalam, sehingga pelaku pasar bisa keluar masuk jangka pendek mengejar celah-celah keuntungan tipis dalam periode istirahat ini.
Pada perdagangan Jumat (9/4/2010), IHSG ditutup melemah tipis 5,823 poin (0,21%) ke level 2.845,011. Indeks LQ 45 melemah 1,632 poin (0,30%) ke level 549,997.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.035 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.070 per dolar AS.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 100.126 kali pada volume 5,049 miliar lembar saham senilai Rp 4,926 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 74 saham turun dan 105 saham stagnan.
Transaksi asing didominasi dengan aksi jual sebesar Rp 1,528 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,297 triliun. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 230,984 miliar.
Bursa-bursa Asia sore ini seluruhnya menguat.
- Indeks Shanghai naik 26,64 poin (0,85%) ke level 3.145,35.
- Indeks Hang Seng melejit 341,46 poin (1,56%) ke level 22.208,50.
- Indeks Nikkei-225 naik tipis 36,14 poin (0,32%) ke level 11.204,34.
- Indeks Straits Times naik 8,66 poin (0,29%) ke 2.971,85.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 900 ke Rp 14.250, Indika (INDY) naik Rp 250 ke Rp 3.125, Timah (TINS) naik Rp 225 ke Rp 2.525, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.650, Inco (INCO) naik Rp 150 ke Rp 4.700, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 125 ke Rp 3.350, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 100 ke Rp 6.400.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 27.600, Astra International (ASII) turun Rp 350 ke Rp 43.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 24.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 18.550, Indosat (ISAT) turun Rp 200 ke Rp 5.900, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 12.250.
(dro/qom)











































