Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam ke level 2.869,367, naik 24 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.845,011.
Aksi beli masif pada saham-saham raksasa yang telah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan akhir pekan kemarin, membuat IHSG terangkat cukup tinggi pada perdagangan pagi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian saham-saham sektor perbankan seperti BRI (BBRI), BCA (BBCA), Bank Danamon (BDMN) dan tentunya saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan seperti Bukit Asam (PTBA), Inco (INCO), Aneka Tambang (ANTM), Lonsum (LSIP) dan sebagainya.
Saham-saham unggulan yang berada di zona merah antara lain Indocement (INTP) dan Jasa Marga (JSMR). Sisanya merupakan saham-saham lapis dua seperti Summarecon (SMRA), Intiland (DILD), Ciputra (CTRA) dan sebagainya.
Penguatan IHSG terus berlanjut dan berpeluang menembus level 2.900 pada pekan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 09.35 JATS, IHSG bertengger di level 2.876,220, naik 31,209 poin (1,09%).
"Hari ini kami perkirakan IHSG berfl uktuasi melemah pada kisaran 2814 - 2861 dengan pertimbangan : empat indikator teknikal bergerak turun, indikator klinger oscillator dead cross, menguji candle 3 Black Crows hari ini dan muncul candle Bearish Doji," ulas Sucorinvest.
Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.030 per dolar AS. Posisi rupiah terkuat sejak 29 Februari 2008. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa menembus level 8.900-an.
Bursa-bursa Asia pagi ini didominasi penguatan.
- Indeks Shanghai naik tipis 3,88 poin (0,12%) ke level 3.149,23.
- Indeks Hang Seng naik naik 103,32 poin (0,47%) ke level 22.311,17.
- Indeks Nikkei-225 naik 110,08 poin (0,98%) ke level 11.314,42.
- Indeks Straits Times menguat tipis 5,42 poin (0,18%) ke level 2.977,39.
Â
Â
(dro/qom)











































