Pada perdagangan Senin (12/4/2010), rupiah ditutup menguat ke level 9.015 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.030 per dolar AS. Rupiah pagi tadi dibuka pada level 9.010 per dolar AS, dan sempat menguat ke 8.998 per dolar AS.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah pada hari ini disebabkan karena derasnya aliran modal masuk ke dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Riset Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo menambahkan, sentimen positif penyebab penguatan rupiah adalah pemulihan ekonomi AS yang terus berlangsung. Termasuk sentimen positif dari keputusan Uni Eropa menyelamatkan krisis utang Yunani dengan dana talangan hingga US$ 30 miliar.
"Itu (masalah Yunani) termasuk, pokoknya itu menambah sentimen positif kondisi keuangan global," jelas Perry.
Mengenai intervensi, Darmin mengatakan bahwa dalam situasi penguatan rupiah yang cepat, memang bisa saja dilakukan meski tidak all out.
"BI dalam situasi seperti ini bisa saja melakukan hal yang akan dilakukan, tetapi tidak all out. Tetapi jangan terpengaruh kurs itu seolah-olah akan terus menguat. Ini kan terbukti balik lagi ke 9.000 per dolar kan?" ujar Darmin lagi.
Penyelamatan krisis utang Yunani oleh Uni Eropa memang telah mendongkrak mata uang tunggal euro ke level 1,3622 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3497 dolar.
"Euro menguat karena pialang mengambil sentimen dari pengumuman paket penyelamatan Yunani pada Minggu kemarin," ujar Daisuke Karakama, analis valas dari Misuho Corporate Bank seperti dikutip dari AFP. (qom/dnl)











































