"Hari ini sudah Mou dalam bentuk penjanjian pengikatan. Produksinya sudah memenuhi target yang canangkan perseroan," ujar Direktur BHIT Irawan Budiono kepada detikFinance, Senin (12/4/2010).
Menurut Direktur Utama BHIT, Harry Tanoesoedibyo, selain satu blok produksi yang telah didapat, ada pula dua blok eksplorasi yang sudah menjadi milik perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menamhakan, target jangka pendek lainnya adalah memusatkan diri guna mendapatkan blok-blok ekslporasi yang berisiko menengah yang mempunyai potensi. Perkiraan cadangan yang dibidik setidak-tidaknya 50 juta barel.
Selain Migas, perseroan juga membidik setidaknya dua lahan KP, diutamakan yang telah berproduksi dan memiliki cadangan upside yang besar. Target percadangan terbutki yang dapat ditimbang, sesuai dengan JORC adalah 50 juta ton per KP untuk tahun 2010.
"Kita akan berusaha untuk mendapatkan lahan yang potensial setiap tahun untuk peningkatan pertumbuhan. Kami juga mengusahakan di kawasan terpencil dan penuh tantangan (remote), seperti di Papua. Kita juga akan ambil cadangan yang berkalori rendah, dengan core 5500, karena permintaan pun sudah ada. Perkiraan cadangan untuk KP yang kita evaluasi dan kita dapatkan setidaknya 25 juta ton," tambah Irawan yang berpenah menjabat sebagai Direktur di Exxon Mobil.
Ditargetkan, untuk tahun 2010 nilai korporasinya bisa mencapai US$ 150 juta, dengan produksi tahunan 1 juta ton per tahun. Tidak hanya Migas dan Batubara, perseroan juga tidak menutup kemungkinan melakukan ekplorasi emas, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, BHIT telah mengakuisisi 2 blok migas di Sumatera Selatan dan Papua dengan total cadangan 4 miliar barel. Namun dua blok ini masih dalam tahap eksplorasi, sedangkan blok yang baru diakuisisi telah berproduksi.
Â
Â
(wep/dro)











































