PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) rampungkan proses uji tuntas (due diligence) 2 blok gas untuk diakuisisi. Perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak US$ 350 juta untuk aksi korporasi tersebut.
"Sudah (due diligence), baru dua. Anggaran yang kita siapkan sekitar US$ 350 juta untuk 2010, tapi nanti kita lihat lagi karena harus melalui kesepakatan pemegang saham," kata Direktur Utama PGN Hendi P Santoso di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/4/2010).
Ia mengatakan, dana yang disiapkan tersebut akan diambil dari kas internal perseroan. Namun, jika ternyata masih kurang, emiten berkode PGAS itu sudah siap mencari dana tambahan lewat pinjaman perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang sudah disiapkan tersebut terpisah dari anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan yang tahun ini disiapkan sebanyak US$ 250-300 juta. Menurut Hendi, dana capex itu hanya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur penunjang dan pemeliharaan.
Hendi mengaku, saat ini perseroan masih berencana melakukan akuisisi tersebut seorang diri, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada perusahaan lain yang tertarik maka akan dibentuk sebuah konsorsium.
Perusahaan pelat merah itu menargetkan akuisisi dua blok gas itu bisa rampung di semester II tahun ini. Kendati demikian, Hendi bersikeras untuk tidak membuka lokasi dua blok tersebut dengan alasan proses negosiasi masih berjalan. (ang/dnl)










































