"Jadi atas permintaan pak Gubernur Fauzi Bowo, Food Station Tjipinang diminta melakukan IPO. Kita sedang mempersiapkannya," ujar Direktur Utama Food Station Tjipinang, Sjamsul Hilataha saat dihubungi detikFinance, Kamis (15/5/2010).
Menurutnya, perseroan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk mewujudkan hal tersebut. Oleh sebab itu, Sugito belum dapat memberikan gambaran mendetil soal jumlah saham yang akan dilepas maupun target dana yang akan diperoleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan memperkirakan, perubahan status menjadi perusahaan publik dapat dilakukan paling lambat dalam 3 tahun ke depan. Sjamsul mengatakan, bisa saja IPO dilakukan pada tahun 2011.
"Intinya kita melakukan persiapan-persiapan dulu. Harapan kita dalam waktu maksimal 3 tahun, kita bisa melakukan IPO," ujarnya.
Menurut Humas Food Station Tjipinang, Sugito Wibowo, persiapan yang tengah dilakukan perseroan salah satunya dengan meminimalisir sikap birokrat atau pegawai negeri sipil yang tentu tidak boleh ada dalam perusahaan publik.
Sjamsul mengatakan, perseroan telah mengurangi penggunaan seragam pemda, kemudian juga melakukan perubahan mental serta memberikan peningkatan pelayanan kepada para penyewa kios.
"Sikap birokrat atau pegawai negeri sipil itu kini tidak boleh lagi ada di perusahaan. Bahkan saya mulai dengan menganti seragam yang sebelumnya seperti pegawai Pemda menjadi berwarna hijau terang. Saya minta teman-teman di perusahaan bersikap dan bermental pedagang. Dengan begitu kami bisa memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan pemegang saham," ujar Sjamsul.
Â
Â
(dro/qom)











































