Total saham baru yang akan diterbitkan, diambil dari saham seri B dengan pelaksanaan harga konversi tersebut sebesar RP 50,40 per lembar saham, dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Demikian disampaikan manajemen FREN dalam prospektus ringkas di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Kamis (15/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih terdapat 5 kreditur lagi yang menyepakati konvesi hutang tersebut, diantaranya Great Vanguard International Ltd sebanyak Rp 60,280 miliar ditukar menjadi 1.196.042.142 lembar (3,22%), kemudian PT Solusindo Kreasi Pratama Rp 23,330 miliar ditukar menjadi 462.908.794 lembar (1,26%), ada lagi PT Komet Konsorsium Rp 13,406 miliar ditukar menjadi 286.601.436 lembar (0,72%), disusul PT Gibon telekomunikasi Indonesia Rp 4,270 miliar ditukar menjadi 84.733.375 lembar (0,23%), serta terakhir Rp 4,397 miliar ditukar menjadi 87.243.777 lembar (0,23%).
Jumlah hutang kepada 9 kreditur ini, tidak secara utuh akan dibayar (dikonversi) menjadi saham oleh perseroan. Tercatat perseroan masih memiliki hutang kepada 9 kreditur tersebut sebanyak Rp 58,71 miliar. Pihak manajemen FREN pun meminta kepada seluruh pemegang saham (lama) untuk mendukung aksi korporasi ini. Pasalnya, langkah ini bertujuan agar dapat meningkatkan kinerja perseoan.
"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan 9 kreditur, untuk melakukan pembayaran hutang yang dikonversi menjadi saham. Sisa hutang yang tidak dikonversi menjadi saham, akan dibayar secara bertahap di 2010 atau 2011 ini. Penyelesaian hutang perseroan melalui konversi hutang mejadi saham perseroan merupakan hasil maksimal yang diperoleh perseroan dari negosiasi dengan para kreditur ini," ujar Corporate Secretary FREN, Chris Taufik,saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Langkah ini sebagai wujud perbaikan kinerja keuangan FREN yang mencatat hasil negatif selama tahun 2009. Sampai 31 Desember 2009, perseroan tercatat mengalami rugi bersih sebesar Rp 724,398 miliar, dengan rugi usaha sebanyak Rp 676,50 miliar. Sampai triwulan I-2010 pun FREN masih mencatat rugi bersih Rp 197,73 miliar dengan rugi usaha Rp 210,72 miliar.
"Nilai kewajiban per 31 maret 2010, setelah restrukturisasi turun sebesar Rp 209,05 miliar jika dibandingkan ekuiatas pada 31 Maret 2010 sebelum restrukturisasi," katanya.
Untuk nilai ekuitas mengalami kenaikan sebesar total hutang yang dikonversi (Rp 209,05 miliar), pasca restrukturisasi. Demi meminta persetujuan dari pemegang saham ini, perseroan akan mengundang mereka dalam RUPSLB yang rencananya diselenggarakan pada 29 April 2010.
Sebenarnya, perseroan masih memiliki hutang dari empat kreditur, diantara PT Huawei Tech Invesment sebesar Rp 114,507 miliar, PT NEC Indonesia Rp 6,703 miliar, Bunga Guaranted Senior Notes Rp 162,360 miliar dan terakhir adalah Bunga hak penggunaan konversi, jasa telekomunikasi dan USO sebesar Rp 188,873 miliar.
"Kami juga sedang dalam tahap negosiasi dengan sisa kreditur. Diharapkan ini juga akan dilakukan secara bertahap. Aksi ini tidak menyalahi ketentuan, karena sudah sesuai dengan peraturan 9.D.IV," jelasnya.
Â
Â
(wep/dro)











































