Saham Transportasi Sokong Wall Street

Saham Transportasi Sokong Wall Street

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2010 07:22 WIB
Saham Transportasi Sokong Wall Street
New York - Saham-saham di bursa Wall Street masih mampu menguat, didorong proyeksi laba dari United Parcel Services (UPS) yang mendongkrak saham-saham sektor transportasi. Namun penguatan saham-saham tertahan oleh naiknya angka klaim pengangguran.

UPS sebelumnya mengumumkan laba kuartal I-2010 yang melonjak tajam melebihi konsensus, sekaligus memperbaiki proyeksinya. Saham UPS melonjak 5,3%, sementara indeks Dow Jones Transportation Average ikut naik 1,7%.

Namun sentimen negatif datang dari klaim pengangguran awal yang naik menjadi 484.000 pada pekan yang berakhir pada 10 April. Angka ini cukup mengejutkan karena analis semula memprediksi ada penurunan menjadi 440.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita terus melihat angka-angka yang lebih baik dari ekspektasi dari berbagai sektor, yang menunjukkan perbaikan ekonomi. Namun kita perlu untuk melihat angka tenaga kerja yang baik untuk mengkonfirmasi bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan," ujar Channing Smith, vice president Capital Advisors seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/4/2010).

Pada perdagangan Kamis (15/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 21,46 poin (0,19%) ke level 11.144,57. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 1,02 poin (0,08%) ke level 1.211,67 dan Nasdaq naik 10,83 poin (0,43%) ke level 2.515,69.

Saham Google naik 1,1% mengantisipasi laporan keuangan, dan sepanjang pekan ini tercatat naik 5%. Namun Saham Google pada perpanjangan perdagangan setelah melaporkan kinerja keuangannya, saham Google turun 4,6%.

Sentimen negatif juga datang dari masalah Yunani yang menyatakan siap untuk mengambil paket bailout penyelamatan. IMF mengatakan akan mengirim tim ahli ke Yunani untuk membahas kemungkinan pemberian pinjaman. Yunani pun semakin dekat menjadi negara Uni Eropa pertama yang menjadi 'pasien' IMF.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 10,16 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads