PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) capai produksi nikel sebanyak 17.000 Metrik Ton (MT) di triwulan I-2010. Perseroan akan mempertahankan produksi ini hingga akhir tahun sehingga target 68.000 MT bisa tercapai.
Demikian hal itu disampaikan Direktur Utama INCO Tony Wenas di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (16/4/2010).
"Kalau kuartal I ini kita sudah cetak 17.000 MT, kalau bisa terus seperti ini di 2010 harapan kita tinggal dikali empat saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga nikel per 15 April kemarin, menurut Tony lebih baik dari harga bulan sebelumnya. Harga nikel per 15 April 2010 mencapai US$ 25.800 per MT, sedangkan bulan Maret lalu sekitar US$ 18.000-19.000 per MT.
Ia menambahkan, terkait dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik perseroan yang berada di Karebe, Sulawesi senilai US$410 juta. Ia berharap, proyek tersebut bisa beroperasi di semester II-2010.
PLTA tersebut juga diharapkan bisa menekan efisiensi karena menjadi pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dipakai perseroan. Efisiensi yang dihasilkan dari PLTA itu diperkirakan memangkas 50 persen total biaya operasi perseroan.
"Kalau ini rampung cost kita akan berkurang banyak. Beban produksi perseroan dari BBM akan berkurang," katanya. (ang/dnl)











































