Bapepam Kaji Rencana Konversi Utang FREN

Bapepam Kaji Rencana Konversi Utang FREN

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2010 15:33 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan memeriksaan dokumen PT Mobile-8 Tbk (FREN), terkait rencana mereka untuk menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar 4.147.836.803 lembar, sebagai pengganti utang kepada 9 kreditur sebanyak Rp 209.060.974.564.

Tercatat jumlah saham yang dikelarkan sebanyak 12,55%, dan jika terbukti melanggarkan  ketentuan IX.D.4 tentang transaksi material maka Bapepam melakukan pemanggilan kepada FREN.

"Kita akan cek terkait rencana mereka. Harusnya sudah di Bapepam, tapi saya belum terima. Tidak mesti melanggar, karena di dalam aturan IX.D.4 ada dua kriteria, 10% (saham baru) untuk penerbitan dan tidak dibatasi asalkan memenuhi kriteria tertentu dan untuk menyelamatkan perusahaan" jelas Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam-LK Noorachman saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, mekanisme aksi seperti pernah bukan pertama kali dilakukan oleh emiten. Kesemua memang bertujuan untuk menyelamatkan perseroan yang berada dalam ambang kebangkrutan.

FREN mencatatkan kinerja yang negatif selama tahun lalu. Sampai 31 Desember 2009, perseroan tercatat mengalami rugi bersih sebesar Rp724,398 miliar, dengan raihan rugi usaha sebanyak Rp 676,50 miliar. Sampai kuartal I-2010 pun FREN masih mencatat rugi bersih Rp 197,73 miliar dengan rugi usaha Rp 210,72 miliar.

"Waktu itu sudah pernah ada yang seperti ini. Dan memang tujuannya sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam IX.D.4, kita lihat lebih detail nanti dokumennya," katanya.

Dalam peraturan IX.D.4 memang tercantum emiten berhak menerbitkan saham baru dengan tidak dibatasi jumlahnya lembar saham, asalkan bertujuan untuk menyelamatkan perseroan. Ini juga berlaku saat perseroan memang dalam keadaan merugi, hingga dibutuhkan penyelesaian (penghapusan) utang kepada beberapa kreditor.

Manajemen FREN sendiri pun telah memastikan aksi perseroan dalam konversi utang menjadi saham telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak ada pelanggaran. "Kita pastikan sudah sesuai dengan peraturan IX.D.4," papar Corporate Secretary FREN Chis Taufik saat dihubungi detikFinance di Jakarta.

Total saham baru yang akan diterbitkan rencananya akan  diambil dari saham seri B dengan pelaksanaan harga konversi tersebut sebesar Rp 50,40 per lembar saham, dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Demi meminta persetujuan dari pemegang saham ini, perseroan akan mengundang mereka dalam RUPSLB yang rencananya diselenggarakan pada 29 April 2010.

Jumlah utang kepada sembilan kreditur ini, tidak secara utuh akan dikonversi menjadi saham oleh perseroan. Tercatat perseroan masih memiliki utang kepada mereka sebanyak Rp 58,71 miliar. Pihak manajeman FREN pun meminta kepada seluruh pemegang saham (lama) untuk mendukung aksi korporasi ini. Pasalnya, langkah ini bertujuan agar dapat meningkatkan kinerja perseoan.

"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan sembilan kreditur, untuk melakukan pembayaran utang yang dikonversi menjadi saham. Sisa utang yang tidak dikonversi menjadi saham, akan dibayar secara bertahap di 2010 atau 2011 ini. Penyelesaian utang perseroan melalui konversi utang menjadi saham perseroan merupakan hasil maksimal yang diperoleh perseroan dari negosiasi dengan para kreditur ini," ucap Chris.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads