Pada perdagangan 16 April 2010, IHSG ditutup di level 2.878,671, naik 33,660 poin dari penutupan pekan sebelumnya pada 9 April 2010 di level 2.845,011.
Kenaikan IHSG sepanjang pekan kemarin terutama didorong oleh penguatan saham-saham sektor pertambangan, baik saham batubara maupun saham logam yang dipimpin oleh kenaikan saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika dibandingkan dengan kenaikan pada pekan sebelumnya, laju kenaikan IHSG pada pekan kemarin cenderung lambat. IHSG cenderung bergerak sideways yang memang merupakan pola yang biasa terbentuk usai rally naik yang cukup cepat. Aksi hit & run mewarnai perdagangan IHSG pekan kemarin.
Meski sempat menembus level 2.900, rupanya laju kenaikan IHSG tak mampu bertahan lama dan akhirnya kembali ditutup di bawah level 2.900. Pelemahan saham-saham sektor perkebunan menjadi kontributor terbesar dalam menahan laju kenaikan IHSG.
Indeks saham perkebunan turun 35,985 poin (1,82%) ke level 1.931,869 pada akhir pekan kemarin. Pada akhir pekan sebelumnya, indeks saham perkebunan masih di level 1.967,854.
Pelemahan indeks saham aneka industri sebesar 4,588 poin (0,63%) ke level 724,007 dari sebelumnya di level 728,595, dipicu pelemahan saham Astra International (ASII) juga ikut menahan laju IHSG.
Sedangkan indeks-indeks saham sektoral lainnya mengalami penguatan sepanjang pekan kemarin dengan rata-rata kenaikan antara 1-3% dipimpin oleh kenaikan indeks saham pertambangan yang naik 81,483 poin (3,22%) ke level 2.609,485 dari sebelumnya 2.528,002.
Indeks LQ45 juga naik 7,408 poin (1,34%) ke level 557,405 dari sebelumnya di level 549,997. Rasio kenaikan indeks LQ45 yang lebih besar dari IHSG menunjukkan adanya tekanan jual massal pada saham-saham lapis dua.
Sejumlah saham lapis dua memang mulai mengalami koreksi sepanjang pekan kemarin. Analis-analis memperkirakan, koreksi saham-saham lapis dua biasanya menandai akan terjadinya koreksi saham-saham unggulan.
Melihat adanya kenaikan tajam pada saham-saham sektor pertambangan pada pekan kemarin, boleh jadi sektor ini akan menerima tekanan jual cukup besar sepekan mendatang. Sebaliknya, saham-saham perkebunan diperkirakan bakal menjadi motor kenaikan IHSG pekan depan. Tentunya dikawal oleh penguatan saham ASII sebagai saham berkapitalisasi terbesar di BEI.
Sejumlah saham lapis dua diperkirakan bakal kembali menguat pada pekan mendatang yang akan memberikan dorongan naik bagi IHSG. Kelihatannya, perdagangan pekan mendatang akan digerakkan oleh pertarungan antara penguatan saham-saham grup Astra, perkebunan dan lapis dua, berdahapan dengan pelemahan saham-saham unggulan lainnya terutama batubara.
Arus investasi asing pun masih deras sepanjang pekan kemarin. Transaksi beli asing sepekan mencapai Rp 7,028 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 6,427 triliun. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 600 miliar sepekan kemarin.
Sementara terhitung 1-16 April 2010, aksi beli asing mencapai Rp 18,348 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 17,001 triliun. Net buy asing dalam periode ini sebesar Rp 1,346 triliun.
Sepanjang triwulan I-2010, aksi beli asing mencapai Rp 83,051 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 79,707 triliun. Net buy asing sepanjang triwulan I-2010 mencapai Rp 3,344 triliun.
Dengan demikian, total beli asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 101,399 triliun dengan aksi jual mencapai Rp 96,708 triliun. Net buy asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 4,690 triliun.
(dro/dro)
