Pada perdagangan Senin (19/4/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.877,968 dan langsung anjlok tajam 59,316 poin (2,06%) ke level 2.819,355 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 2.878,671.
Pada perdagangan pre-opening, seluruh saham unggulan didera tekanan jual cukup berat berkisar antara 1-3% seperti Indo Tambang (ITMG), United Tractors (UNTR), Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), Inco (INCO), Unilever (UNVR) dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh indeks saham sektoral mengalami tekanan jual sangat berat, terutama indeks saham sektor pertambangan yang anjlok 70 poin lebih atau hampir 3% diikuti dengan koreksi tajam saham sektor perkebunan sebesar 36 poin atau ahmpir 2%.
Indeks saham sektor Konsumsi, Aneka Industri, Keuangan dan Infrastruktur juga mengalami koreksi cukup besar. Indeks LQ45 anjlok 2% lebih atau 12 poin lebih.
Hingga pukul 09.40 JATS, IHSG bertengger di level 2.823,711, anjlok 54,960 poin (1,90%). Hanya 10 saham yang mengalami kenaikan harga, sedangkan 135 saham mengalami koreksi.
Â
Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.005 per dolar AS.
Skandal dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Goldman Sachs menjadi pemicu koreksi saham di seluruh bursa-bursa di dunia. Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup merosot dalam transaksi perdagangan yang sangat besar.
Bursa-bursa regional Asia juga seluruhnya melemah cukup tajam:
- Indeks Hang Seng melemah 307,481 poin ke level 21.557,779.
- Indeks Nikkei-225 melemah 195,25 poin ke level 10.906,93.
- Indeks Straits Times melemah 45,69 poin ke level 2.971,25.
Â
(dro/dro)











































