IHSG dibuka turun tipis ke level 2.877,968 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.811,788, anjlok 67 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 2.878,671.
Tekanan jual masif yang menyerang awal perdagangan tanpa disertai adanya posisi penawaran beli yang memadai membuat IHSG jatuh cukup dalam. Kubu pembeli tampaknya enggan memasang antrian beli lantaran sentimen negatif dugaan kecurangan Goldman Sach berpeluang menjatuhkan harga-harga saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks saham sektor pertambangan yang turun lebih dari 3% mengkontribusikan penurunan paling besar pada IHSG, diikuti dengan koreksi indeks saham perkebunan yang mencapai 2,32%.
Untungnya, indeks saham sektor konsumsi yang di awal perdagangan turun cukup tajam kini mulai menipis karena adanya daya beli. Saham Gudang Garam (GGRM) berhasil menyentuh teritori positif. Kemudian indeks saham Aneka Industri berhasil memasuki zona hijau lantaran saham Astra International (ASII) mendadak ditutup menguat.
Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan sebesar Rp 1,056 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,042 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 14,428 miliar.
Pada perdagangan Senin (19/4/2010), IHSG ditutup anjlok 38,246 poin (1,32%) ke level 2.840,425. Indeks LQ 45 juga turun 7,785 poin (1,39%) ke level 549,620
Sementara nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke level 9.040 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.005 per dolar AS.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 106.026 kali pada volume 4,848 miliar lembar saham senilai Rp 3,996 triliun. Sebanyak 57 saham naik, 176 saham turun dan 51 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia seluruhnya melemah. Bursa Eropa juga dibuka koreksi cukup dalam.
- Indeks Hang Seng turun 530,119 poin ke level 21.335,14.
- Indeks Nikkei-225 turun 193,41 poin ke level 10.908,77.
- Indeks Straits Times turun 71,21 poin ke level 2.945,73.
- Indeks FTSE turun 81,05 poin ke level 5.743,96.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 3.000 ke Rp 167.000, Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 77.000, Astra International (ASII) naik Rp 200 ke Rp 43.100, Goodyear (GDYR) naik Rp 200 ke Rp 14.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 ke Rp 27.100.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 38.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 23.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 17.400, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 14.450, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.150.
Â
Â
(dro/qom)











































