"Butuh klarifikasi dari manajemen (SkyBee)," jelas Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito dalam perbincangannya dengan detikFinance di Jakarta, Senin (19/4/2010) malam.
Sebelumnya, Managing Director PT Syailendra Capital Roy Himawan bersama beberapa tim dari SkyBee mempresentasikan business model mereka, serta prospek lini bisnis telekomunikasi SkyBee. Syailendra Capital merupakan pemilik hampir 100% saham SkyBee.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa item klarifikasi yang diminta BEI akan disampaikan dalam dokumen tertulis dalam waktu dekat. "Cukup, lagi pula kita sudah ketemu dua kali. Cuma ada beberapa yang butuh penjelasan saja," ucap Eddy.
Jumlah saham yang ditawarkan ke publik pun tidak berubah, yaitu sekitar 30-40%. Namun untuk target dana yang akan diperoleh, pihak SkyBee belum dapat mengungkapkan, namun kabarnya, perseroan menargetkan dana sebesar Rp 80-90 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan sebagai sumber pembiayaan ekpansi usaha perseroan.
SkyBee saat ini tengah mengembangkan produk jejaring social mobility, melalui anak usahanya PT InTouch Innovative Indonesia. Aplikasi ini dapat digunakan untuk semua telepon seluler sejenis qwerty.
"Masih dalam tahap evaluasi, kalau IPO Indopoly kita sudah bertemu manajemennya," tambah Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito waktu itu.
Â
Â
(wep/dro)











































