Mantan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Omar S Anwar batal menempati kursi Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk (TRIM). Posisi tersebut masih ditempati oleh Aviyasa Dwipayana.
Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang baru saja selesai digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (20/4/2010).
Sebelumnya, beredar kabar kalau Omar S Anwar bakal memimpin TRIM menggantikan Aviyasa. Omar sendiri mengakui kalau ia akan menjadi salah satu kandidat Direktur Utama di TRIM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Corporate Secretary TRIM Agus D Priyambada, RUPSLB memang tidak mengagendakan hal tersebut. Menurutnya, selama ini juga tidak ada pembicaraan mengenai usulan Omar menjadi direksi perseroan.
"Memang tidak ada agendanya (Omar jadi direksi) bagaimana mau disetujui atau ditolak. Kalau Pak Omar bilang begitu, mungkin saja tidak sekarang. Tapi lebih baik tanya pemegang saham saja," kata Agus menanggapi pernyataan Omar tersebut.
Namun RUPSLB menyetujui pengunduran diri dua direksi perseroan yakni Desimon dan Rosinu. Pada kesempatan yang sama RUPSLB perseroan yang digelar hari ini juga mengangkat Henry Jusuf sebagai direksi serta Christopher Teague sebagai komisaris utama perseroan yang baru.
Dengan begitu, susunan direksi perseroan adalah sebagai berikut:
- Direktur Utama: Avi Dwipayana.
- Direktur: Karman Pamurahardjo.
- Direktur: Henry Jusuf.
Β
- Komisaris Utama: Christopher Teague.
- Komisaris: Sumantri Slamet.
Incar Jadi Penjamin Emisi 2 Perusahaan.
Agus mengatakan, perseroan tengah menjajaki jadi underwriter atau penjamin emisi dua perusahaan untuk menerbitkan obligasi dan melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Dua perusahaan itu diperkirakan akan melangsungkan aksi korporasinya di semester II-2010.
"Di pipeline kita ada dua perusahaan. Entah itu mau obligasi atau IPO," kata Agus.
Namun sayangnya, ia belum bisa menyebutkan identitas dua perusahaan tersebut dengan alasan masih penjajakan. Ia hanya menyebutkan keduanya bergerak di sektor usaha sumber daya alam.
"Sektornya natural resources," ungkapnya.
Selain menjadi penjamin emisi, emiten berkode TRIM itu juga berniat meluncurkan produk baru di semester II-2010. Namun, ia belum bisa memastikan secara spesifik produk jenis apa yang akan dikeluarkan.
"Tim kita masih lakukan riset, nanti bentuknya akan seperti apa. Sampai saat ini produk yang kita tawarkan masih laku jadi belum waktunya," ucapnya.
Hingga saat ini, total dana kelolaan perseroan mencapai Rp 2,8 triliun.











































