Demikian disampaikan Presiden Direktur HERO John Callaghan seusai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Selasa (20/4/2010).
"Dividen tidak dibagikan ditahun 2009, dan ini juga telah mendapat restu dari pemegang saham tadi. Seluruhnya akan digunakan untuk investasi gerai baru. Ditambah pinjaman dari perbankan yang telah siap," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan seluruh dana yang ada, internal, ekstenal untuk bangun gerai selama punya peluang yang baik, dari sisi lokasi, biaya dan waktu tepat," ujar Direktur Pengembangan Ritel HERO Sugiyanto Wibawa.
Berdasarkan laporan keuangan 2009, Hero mencatat laba bersih sebesar Rp 171,80 miliar, atau meningkat 77,66% dibanding periode sebelumnya Rp 96,70 miliar. Naiknya laba bersih perseroan disebabkan oleh berkurangnya beban operasional HERO yang sekitar Rp 8,2 miliar.
Pendapatan perseroan tercatat Rp 6,65 triliun atau naik 13,7% dari tahun 2008, Rp 5,86 triliun. Dengan peningkatan beban pokok pendapatan sekitar Rp 5,04 triliun menyebabkan laba kotor perseroan menjadi Rp 1,61 triliun. Laba ini tercatat naik 18,38%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 1,36 triliun.
Beban usaha perseroan juga tercatat mencapai Rp 1,35 triliun atau naik 14% dibanding tahun 2008, Rp 1,18 triliun. Dengan demikian laba usaha perseroan mencapai Rp 254,95 miliar. Bandingkan di tahun lalu yang hanya Rp 180,67 miliar.
Beban operasional yang turun tajam, dari Rp 29,75 miliar menjadi Rp 21,50 miliar menyebabkan laba sebelum pajak HERO meningkat tajam, hingga Rp 233,45 miliar. Kenaikan ini nyaris mencapai 55,33% dibanding periode tahun lalu, Rp 150,92 miliar.
Setelah terpangkas oleh pajak sebesar Rp 61,64 miliar maka laba bersih perseroan mencapai Rp 171,80 miliar, dengan laba per lembar saham mencapai Rp 522.
Sementara itu, perseroan juga siap menginvestaskan US$ 500 ribu untuk remodelling tampilan bisnis HERO pasar swalayan, salah satu lini bisnis mereka. Dan untuk Giant Hypermart, pada Agustus 2010, perseroan akan menambah satu gerai di CBD Bintaro. Investasinya mencapai US$ 20 juta.
(wep/dro)











































