Menurut pengumuman yang dipublikasikan perseroan, Rabu (21/4/2010), pemegang saham mayoritas Teijin yakni Teijin Limited telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Prospect Motor, PT Hermawan Sentral Investama, PT Wiratama Karya Sejati dan Pioneer Atrium Holdings Ltd pada 18 Desember 2009.
Pengambilalihan 98,74% saham Teijin telah selesai dilaksanakan pada 15 April 2010, dengan hasil akhir kepemilikan saham:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PT Prospect Motor sebanyak 1.595.335.024 lembar
- PT Hermawan Sentral Investama sebanyak 833.383.967 lembar
- PT Wiratama Karya Sejati sebanyak 809.572.997 lembar
- Pioneer Atrium Holdings Ltd sebanyak 1.523.902.112 lembar.
Harga transaksi pengambilalihan secara keseluruhan mencapai US$ 40,088 juta, atau jika menggunakan kurs tengah BI pada 14 April yang sebesar Rp 9.009 per dolar AS, maka harga per sahamnya sebesar Rp 75,84 per saham.
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK, maka pengambialihan ini akan diikuti oleh proses tender offer atas saham yang masih dimiliki pihak lain. Tender offer akan dilakukan pada harga Rp 200, lebih tinggi dari harha transaksi selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman kepada masyarakat pada 21 Desember 2009 yakni sebesar Rp 198.
Perseroan sebelumnya juga telah melakukan konversi utang sebesar Rp 929,761 miliar menjadi 1,859 miliar saham baru yang diterbitkan tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Teijin Ltd selaku pengendali saham perseroan menjadi pihak yang memperoleh saham tersebut.
Setelah transaksi tersebut, Teijin Ltd memiliki 4.762.194.100 saham (98,73%) kemudian kepemilikan Toyota Tsusho dan publik tetap namun terdilusi menjadi 0,63% dan 0,62%.
Pada perdagangan Rabu (21/4/2010) pukul 10.00 waktu JATS, saham perusahaan yang bergerak pada industri polyester chips, staple fiber dan filament yarn ini tercatat turun Rp 45 menjadi Rp 255.
(qom/dnl)











































