Demikian disampaikan Corporate Secretary TRUB Gamala V Katoppo saat ditemui di Hotel Ritz Calton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (21/4/2010).
"Bangko Tengah tergantung dari transmisi Sumatera-Jawa dari PLN. Kita tunggu PLN. Kita ingin ambil bagian dalam EPC-nya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain PLTU, di Bangko Tengah juga akan mengerjakan tambang Batubara. Perseroan juga mengambil bagian dalam porsi saham tersebut, 8% untuk PLTU dan 4% di tambang.
Sisanya terdapat investor China Huadian Co (55% PLTU dan 40,5% tambang), kemudian PT Tambang Bukit Asam (28% PLTU dan 40,5% tambang), PLN (8% PLTU dan 4% tambang), juga Pemda Kabupaten Muara Enim (1% PLTU dan 10% tambang).
"Kami memang punya equity 4%, tapi kecil. Pengerjaan transmisi sendiri mungkin akan melewati jalur Selat Sunda," tambahnya.
Diperkirakan operasional PLTU akan mulai pada tahun 2013. Sedangkaan untuk cadangan batubara di wilayah ini, diperkirakan mencapai 10-12 juta ton per tahun.
Perseroan juga berharap agar realisasi pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW tahap II dapat terlaksana pada tahun 2010. Pasalnya Truba sudah menyiapkan diri dalam tender, jika PLN segera membuka proyek tersebut.
"Sampai sekarang belum tender dari PLN. Kami pasti akan ikut saat tender dibuka. Dalam proyek ini kan ada dua bagian, 5.000 MW untuk swasta dan 5.000 MW PLN," jelasnya.
(wep/dnl)











































