Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Saudara Farid Rahman saat ditemui di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Ia menjelaskan, rights issue yang dicanangkan perseroan dipastikan akan memperkuat modal disetor menjadi Rp 445 miliar. Penerbitan sendiri direncanakan akan melantai pada kuartal III-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio kecukupann modal (CAR) perseroan juga akan meningkat menjadi 22,9%. Ini didasarkan atas penerapan aturan Basel II dan PSAK 50 dan 55.
Ditambahkannya, perseroan menargetkkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 28,4% di tahun 2010. DPK sampai akhir tahun 2009 tercatat Rp 2,03 triliun, dan akan meningkat menjadi Rp 2,6 triliun. Kredit juga dicanangkan meningkat menjadi Rp 2,46 triliun, dari periode sebelumnya, Rp 1,93 triliun.
Untuk laba bersih, perseroan membidik pertumbuhan 61,77% atau menjadi Rp 57,7 miliar di 2010. Sedangkan aset, diprediksi akan tumbuh 41,7% menjadi Rp 3,4 triliun.
"Manajemen optimistis Bank Saudara dapat mengalami pertumbuhan aset di 2010 menjadi Rp3,4 triliun," paparnya.
Bank Saudara juga bersiap 'nyemplung' di bisnis syariah. Perseroan telah mengakuisisi Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Artha Fisabilillah, dengan nilai Rp 500 juta.
(wep/dnl)
