"Kami masih menjajaki sejumlah kota besar di Indonesia timur untuk memperluas wilayah pemasaran kami. Sehingga, bisa meningkatkan value kami terutama di mata prinsipal," ujar Direktur Utama KOIN, Dharmawandi Sutanto dalam keterangannya, Kamis (22/4/2010).
Terhitung bulan ini, perseroan baru saja memperoleh kontrak pemasaran produk gypsum yang diproduksi oleh Saint-Gobain Group. Perusahaan yang disebut terakhir merupakan produsen Gypsum papan atas di dunia dengan merek dagangnya Gyproc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, perseroan telah memasarkan Gyproc di Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi, Lampung dan Jawa Barat.
"Bertambahnya wilayah pemasaran ini diharapkan dapat mendekatkan kami dengan mitra kerja dan konsumen. Dengan demikian kami dapat melayani konsumen lebih baik," ujarnya.
Selain Gyproc, sejak Maret 2010, perseroan juga mendapat kepercayaan dari American Standard untuk menambah wilayah pemasaran di Indonesia. Jika sebelumnya salah satu merek ternama berbagai produk saniter ini dipasarkan di seluruh Pulau Jawa, Bali, Pontianak, dan Sulawesi Selatan, kini perseroan memperluas area pemasarannya di Palembang, Pekanbaru, Tanjungpinang, dan Kepulauan Riau.
Saat ini KOIN memiliki 22 jaringan distribusi yang tersebar di sejumlah kota strategis di seluruh Indonesia, meliputi: Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Kediri, Purwokerto, Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung.
Dengan bertambahnya jaringan distribusi dan kepercayaan dari prinsipal merek tersebut, Dharma optimistis, kinerja 2010 dapat meningkat lebih baik dari sebelumnya. Seperti diketahui, sepanjang 2009 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 621,1 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 5,9 miliar. Penjualan sebesar itu turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 703,7 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 6,9 miliar.
(dro/qom)











































