Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.912,726 dan langsung melemah tajam hingga kembali jatuh ke bawah level 2.900 di level 2.883,014, turun 29 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.912,826.
Hampir seluruh saham unggulan menjadi bulan-bulanan investor yang memutuskan mengambil aksi ambil untung (profit taking), kecuali saham BRI (BBRI) dan Astra Agro (AALI) yang sudah berhasil masuk zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual mendera perdagangan siang ini mengikuti sentimen bursa-bursa regional Asia yang juga seluruhnya mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.
Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 33 miliar.
Pada perdagangan Kamis (22/4/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 20,251 poin (0,70%) ke level 2.892,575. Indeks LQ 45 juga melemahΒ poin (%) ke level .
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 63.228 kali pada volume 3,507 miliar lembar saham senilai Rp 1,933 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 114 saham turun dan 72 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia juga seluruhnya mengalami koreksi.
- Indeks Shanghai melemah 25,11 poin (0,83%) ke level 3.008,17.
- Indeks Hang Seng turun 145,67 poin (0,68%) ke level 21.365,26.
- Indeks Nikkei-225 turun 148,10 poin (1,34%) ke level 10.941,95.
- Indeks Straits Times melemah 1,01 poin (0,03%) ke 2.966,64.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 900 ke Rp 9.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 13.900, Bukopin (BBKP) naik Rp 80 ke Rp 600, BRI (BBRI) naik Rp 50 ke Rp 8.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 50 ke Rp 23.550.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 26.700, Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 44.750, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 12.600, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 19.650, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 15.000.
(dro/qom)











































