Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Kamis (22/4/2010).
Hingga triwulan I-2010, ISAT mencetak pendapatan sebesar Rp 4,730 triliun, naik tipis 2,5% dari sebelumnya Rp 4,616 triliun. Beban usaha meningkat 11,4% menjadi Rp 3,968 triliun dari sebelumnya Rp 3,560 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun laba bersih naik 139,2% menjadi Rp 285,9 miliar dari sebelumnya Rp 119,5 miliar. Padahal, rasio pertumbuhan pendapatan jauh lebih kecil ketimbang peningkatan beban usaha. Seharusnya, pada pos laba usaha sudah mengalami penurunan.
Dalam pola seperti ini, biasanya peningkatan laba bersih didorong oleh keuntungan di luar operasional seperti keuntungan kurs atau lainnya. Sayangnya, perseroan tidak menjelaskan faktor yang mendorong pertumbuhan laba signifikan.
Posisi utang per akhir Maret 2010 sebesar Rp 24,937 triliun, meningkat 8,6% dari sebelumnya Rp 22,970 triliun. Jumlah pelanggan perseroan meningkat 5,8 juta (17,6%) menjadi 39,1 juta pelanggan dari sebelumnya 33,3 pelanggan.
(dro/qom)











































