"Itu adalah sales forecast saja," kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Menurut Hendi, kontrak penjualan tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri ritel sebesar 511,6 BBTUD, PT PLN (Persero) sekitar 260 BBTUD, kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar 192,38 BBTUD, dan industri pupuk 5 BBTUD. Sementara dari total kontrak penjualan tersebut, PGN hanya memiliki kontrak pasokan dengan sebesar 801 BBTUD sehingga PGN masih mengalami defisit sebesar 168 BBTUD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terus meningkatnya angka defisit yang dialami perseroan disebabkan mulai tahun 2011 hingga 2015, PGN menargetkan penjualan gasnya stabil di level 978 BBTUD, sementara pasokan gas mulai tahun 2011 hingga 2015 terus mengalami penurunan.
Pada tahun 2011, pasokan gas ke PGN dari pemasoknya tercatat sebesar 800 BBTUD. Angka ini akan menurun pada tahun berikutnya menjadi 706 BBTUD. Kemudian pasokan akan terus menurun menjadi 621 BBTUD pada tahun 2013 dan 591 BBTUD pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015, kontrak pasokan ke PGN yang tersisa hanya sekitar 562 BBTUD.
Adapun upaya-upaya yang akan diambil perseroan untuk mengatasi hal itu yaitu mengoptimalkan kontrak pasokan eksisting sehingga ada tambahan pasokan gas sebesar 272 BBTUD, memperpanjang kontrak eksisting yang masih dapat diupayakan sehingga ada tambahan pasokan gas sebesar 159 BBTUD.
Selain itu, ada juga potensi pasokan sebesar 70 BBTUD bila kontrak pasokan gas dapat direalisasikan serta mencari potensi tambahan pasokan mendapatkan tambahan pasokan dari lapangan gas baru sebesar 335 BBTUD. (epi/dnl)











































