ADHI memang tengah membidik dua proyek EPC yaitu untuk pembangunan kilang Exxon di Cepu, Jawa Tengah dan penambahan kilang RFCC di Cilacap, Jawa Barat. Nilainya masing-masing Rp 13,5 triliun dan Rp 12 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Adhi Karya Tbk Supandi, saat dijumpai dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (22/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, untuk merealisasikan rencana proyek tersebut, Adhi telah bermitra dengan perusahaan asal Korea, SK & E dan GS, yang telah berpengalaman di bidang EPS.
"Kami undang mereka agar ada ada capital masuk. Interest rate kita juga sudah kalah, jadi porsi kita disana kecil. Untuk yang di Cepu, Cilacap,porsi ADHI 40:60 mereka," paparnya.
Menurutnya, jika menang tender proyek ini dimenangkan perseroan, maka mereka tidak harus mempersiapkan nilai investasi sebanyak Rp 22,5 triliun.
"Ini kan bentuknya per term, jadi kita hanya butuh working capital 10-12% dari total proyek," ucapnya.
Saat ini, perseroan telah memenangkan pra kualifikasi dari perebutan proyek tersebut. Untuk proyek di wilayah Cepu, Adhi bersama kedua pesaing lain, lolos dalam tahap awal. Sedangkan untuk wilayah Cilacap, perseroan masih harus berebut tempat dengan empat kontraktor lain.
"Susah lho untuk masuk pra kualifikasi ini. Apalagi yang di Exxon Cepu," ujar Direksi Utama ADHI Bambang Triwibowo.
Selain itu, perseroan juga tengah mempersiapkan membentuk anak usaha baru, dengan fokus bisnis di bidang pengolahan Aspal. Ditargetkan, pembentukan anak usaha ini akan rampung pada kuartal III 2010.
"Kita akan buat Aspal Mixing Plan. Selama ini sudah ada, nempel di divisi konstruksi masing-masing. Kita ingin disatukan supaya memberikan kontribusi yang lebih optimal," tutur Bambang.
Â
Â
(wep/dro)











































