Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 23 Apr 2010 09:22 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami kenaikan menghapus penurunan terbesar sejak Goldman Sachs Group Inc. dituntut oleh pemerintah. Wells Fargo & Co. dan Bank of America Corp. naik 1.4% setelah presiden Barrack Obama memberikan pidato mengenai regulasi finansial yang akhirnya menutupi ketakutan atas rencana baru yang ketat. Starbucks Corp. naik setelah penghasilan yang lebih baik dari estimasi. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.2%) ke 1,208.67. Dow Jones Industrial Average (0.1%) ke 11,134.29.

Regional Pagi: Saham-saham Jepang bergerak fluktuatif, dengan Nikkei 225 mencatatkan pelemahan mingguan terbesar dalam hampir 3 bulan, seiring kekhawatiran terhadap utang pemerintah yang akan memperlambat pemulihan ekonomi.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., dua bank dengan market value terbesar di Jepang terkoreksi sedikitnya 1% setelah Fitch Ratings mengatakan bahwa kenaikan utang Negara akan memukul kredit. Toshiba Corp (+1.1%) setelah melaporkan rugi YoY yang lebih kecil dari estimasi. Honda Motor Co (+0.9%) setelah surat kabar Nikkei melaporkan kenaikan laba perusahaan. Nikkei 225 (-0.4%) 10,900 S&P/ASX 200 (-0.5%) 4,882 KOSPI (+0.08%) 1,740 STI (-0.3%) 2973

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak kembali diperdagangkan mendekati US$ 84 per barrel setelah laporan National Association of Realtors menyatakan kenaikan pembelian rumah sebesar 6.8% menjadi 5.35 juta annual rate. Harga minyak untuk pengiriman bulan June turun 13 sen menjadi t $83.57 per barel. WTI Crude (-0.1%) $ 83.6/barrel Gold (-0.2%) USD 1,140/t oz CPO (+0.3%) RM 2,506/MT Coal (-0.8%) USD 97.5/MT Nickel (+0.4%) USD 27,095/MT Tin (-0.7%) USD 18,900/MT.

Economic & Industrial News

Banking: Dana Menganggur Bank Membengkak

Dana perbankan mengambil porsi 72% total dana yang ada di Sertifikat bank Indonesia (SBI). Kelebihan likuiditas di perbankan yang mencermikan dana kredit belum tersalurkan, atau dana menganggur bank semakin tinggi. Hal itu antara lain terlihat dari makin besarnya dana bank yang diparkir di SBI. Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah mengatakan di akhir 2009 SBI yang dimiliki bank hanya Rp 212 triliun dari total Rp 255 triliun dana di SBI. Sampai pekan kedua April, dana perbankan di SBI meningkat menjadi Rp 236 triliun dari total dana di SBI sebesar Rp 325 triliun.

Hingga 13 April 2010, BI mencatat total kredit yang sudah disalurkan bank mencapai Rp 1.446,9 triliun, naik 1.17% jika dibandingkan dengan posisi di akhir 2009 lalu. BI saat ini pun tengah menyiapkan kebijakan baru dalam upaya menggenjot penyaluran kredit. Kebijakan itu akan dijabarkan melalui instrumen giro wajib minimum (GWM) yang dikaitkan dengan rasio simpanan terhadap kredit (LDR).

Economic: IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 6%

International Monetary Fund (IMF) kembali mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2010 menjadi 6% dari angka prediksi awal 5,5%. Perbaikan proyeksi itu karena Indonesia dinilai melakukan berbagai perbaikan khususnya dari sisi fiskal dan moneter.

Economic: Pemerintah Incar Pinjaman US$470 Juta

Pemerintah mengupayakan pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Pembangunan Islam (IDB) senilai total US$470 juta pada tahun ini, untuk mendukung pendanaan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur jalan di Tanah Air. Kepala Sub Direktorat Pinjaman dan Hibah Luar Negeri, menerangkan terkait dengan program Regional Road Development Project (RRDP), ada sejumlah proyek infrastruktur jalan yang disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk dicarikan pinjaman.

Economic: Tambahan Pajak Hanya Rp9 T

Ditengah desakan Komisi XI DPR kepada pemerintah untuk menetapkan target penerimaan pajak hingga sebesar Rp19 T, pemerintah hanya sanggup menjanjikan tambahan sebesar Rp9 T. Anggota Komisi XI DPR mengatakan dari total tambahan Rp9 T yang disanggupi oleh pemerintah, Ditjen Pajak hanya mampu memberikan tambahan penerimaan sebesar Rp7 T dan sisanya Rp2 T berasal dari Ditjen Bea dan Cukai.

Economic: Tax Holiday Dapat Lampu Hijau

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan lampu hijau atas usulan tax holiday kepada pengusaha guna meningkatkan investasi. Insentif pajak tersebut diharapkan dapat diberlakukan tahun ini dan diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi langsung asing.

Corporate news

ISAT: Kuartal I, Laba Melonjak 139,2%

PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan laba bersih Rp 285,9 miliar atau melonjak 139,2% selama 1Q10 dibanding periode sama tahun lalu Rp 119,5 miliar. Pendapatan usaha meningkat tipis sebesar 2,5% dari Rp 4,61 triliun pada 1Q09 menjadi Rp 4,73 triliun pada periode sama 2010. Selama 1Q10, total pelanggan selular mencapai 39,1 juta atau tumbuh 17,6% dibanding periode sama 2009 sebanyak 33,3 juta pelanggan. Jumlah utang mencapai Rp 24,93 triliun atau naik 8,6% dibanding 1Q09sebesar Rp 22,97 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 2,24 triliun dibanding periode sama 2009 sebesar Rp 2,17 triliun.

ANTM: Laba Bersih Melonjak 125,84

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kenaikan laba bersih 125,84% pada 1Q10 menjadi Rp201,93 miliar, dibanding 1Q09 Rp89,88 miliar. Peningkatan laba ditopang oleh peningkatan volume penjualan dan harga nikel serta berkurangnya beban pokok penjualan.

PGAS: Bagi Dividen Minimal 50% dari Laba 2009

Meski pemerintah masih membahas porsi dividen yang akan ditarik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) siap membagikan dividen cukup besar, minimal 50%. Jadi, jika laba bersih 2009 PGAS mencapai Rp 6,2 triliun maka dividen yang akan dibagikan Rp 3,2 triliun. Jumlah ini setara dengan Rp 132 per saham.

ADHI: Adhi Karya Bidik Proyek Kilang Cepu-Cilacap

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membidik tiga proyek Engineering Procurement Construction pada blok minyak Cepu dan Cilacap. Menurut Direktur Utama Adhi Karya, proyek tersebut antara lain paket I Cepu dengan nilai proyek sebesar Rp 12 triliun, paket V senilai Rp 1,5-2 triliun, dan Cilacap sebesar Rp 9 triliun. Proyek tersebut merupakan kilang minyak (refinery). Untuk proyek itu, Adhi Karya menggandeng SK Group dan GS Group, Korea.

RINA: Raih Pendapatan 36%

PT Katarina Utama Tbk berhasil membukukukan pendapatan naik 36% pada tahun lalu menjadi Rp29,91 miliar dari Rp22,07 miliar pada tahun sebelumnya menyusul kenaikan pada jasa installation, testing and commissioning (ITC). Namun demikian, kenaikan pendapatan tidak diikuti dengan peningkatan laba bersih. Perolehan laba bersih Katarina justru turun 96% menjadi Rp0,06 miliar dari Rp1,67 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan kenaikan beban usaha. Beban usaha Katarina pada tahun lalu meningkat 157% menjadi Rp10,90 miliar dibandingkan dengan beban usaha pada 2008 sebesar Rp 4,24 miliar menyusul adanya tambahan jasa professional dan jasa pemasaran terkait dengan tindakan korporasi tahun lalu.

BBNI: Siapkan US$ 200 Juta untuk Transformasi Bisnis

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyiapkan dana sebanyak US$ 200 juta untuk investasi dan transformasi bisnis perusahaan dalam lima tahun mendatang. Perseroan juga sedang merumuskan pengembangan SDM untuk menopang strategi bisnis yang awalnya product centric menjadi customer centric dengan melakukan fine tunning posisi pegawai yang duplikasi atau redundance.

ASII: Laba TA Finance melejit 97%

Laba bersih PT Toyota Astra Financial Services (TA Finance) sepanjang tahun lalu melejit 97% menjadi Rp81,2 miliar dibandingkan dengan laba bersih 2008 Rp41,2 miliar. Marketing Manager TA Finance Wisnu Kusumawardhana mengungkapkan kenaikan laba bersih tersebut signifikan seiring dengan pencapaian kinerja pada semester II/2009 yang cukup baik meski pada awal tahun sempat terganggu imbas krisis global.

ADRO: Proyeksikan Pendapatan Rp30 Triliun

PT Adaro Energy Tbk (Tbk) memproyeksikan pendapatan usaha tahun ini sebesar Rp30 triliun atau naik 8,9% dibanding realisasi 2009 senilai Rp26,9 triliun. Penjualan batubara perseroan juga ditargetkan terkerek dari 41,4 juta ton pada 2009 menjadi 45 juta ton tahun ini.

TCID: Bagi Dividen Rp64,3 Miliar

PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membagi dividen tunai senilai total Rp64,3 miliar untuk tahun buku Rp320 per saham. Pihaknya akan menggunakan sisa laba bersih tahun 2009 atau sekitar Rp60,55 miliar untuk operasional perseroan.

CTRA: Penjualan Rumah Kelas Atas Dongkrak Ciputra

Pendapatan PT Ciputra Development Tbk (Ciputra) sepanjang 2010 bakal didongkrak oleh penjualan penjualan unit-unit rumah kelas menengah atas di luar jawa. Tahun ini, Ciputra menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun atau naik sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Ciputra masih mengandalkan kas internal untuk pengembangan sejumlah proyek residensial baru di luar Jawa.

PTBA: Jadwal Pembagian Dividen

Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen PT Bukit Asam (Persero) Tbk:
Cum Dividen (RG&NG) : 26 Mei 2010
Cum Dividen (TN) : 1 Juni 2010
Ex Dividen (RG&NG) : 27 Mei 2010
Ex Dividen (TN) : 2 Juni 2010
Recording Date : 1 Juni 2010
Payment Date : 15 Juni 2010.

Earning Watch

BBNI: Q1, BNI Raih Laba Bersih Rp1,03 T

Laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) naik sebesar 62% pada 1Q10 menjadi Rp1,03 T dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp635 M. Dirut BNI menjelaskan net intereset income perseroan naik 6% dari Rp2,77 T menjadi Rp2,90 T. Peningkatan tersebut sebagian besar dikontribusi dari bunga pinjaman. Sementara itu, pendapatan bunga perusahaan dari fee based income melonjak 76% menjadi Rp1,82 T dari sebelumnya Rp 1,04 T.

Total pinjaman perseroan meningkat tipis 3% dari Rp114,77 T menjadi Rp118,48 T. Total penyaluran kredit hingga akhir Maret tersebut turun sekitar Rp2 T jika dibandingkan posisi per akhir Desember 2009.

Rumours

Saham PT Buana Finance Tbk (BBLD) kabarnya akan dikerek ke level Rp300-350. Potensi penguatan saham BBLD itu terkait langkah perseroan menjalin kongsi dengan salah satu anak usaha Grup Astra yang bergerak di bidang pengadaan alat-alat berat. Anak usaha Grup Astra tersebut saat ini kebanjiran pesanan untuk pengembangan infrastruktur di Kawasan Indonesia Timur.

Saham PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) akan dibawa menuju level Rp200 seiring target kinerja dan rencana ekspansi perseroan tahun ini. Kabar di kalangan pelaku pasar menyatakan, untuk mendukung ekspansi usaha seperti pegembangan lahan di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, senilai Rp500 miliar. Perseroan bakal menerbitkan obligasi dengan pembeli siaga Dubai Fund. Perusahaan ini adalah salah satu pemegang saham GPRA.

Earning Watch

BBNI: Q1, BNI Raih Laba Bersih Rp1,03 T

Technical Picks

  • ELTY (250) – Trading Buy
  • BUMI (2350) – Spec Buy
  • TBLA (445) – Spec Buy
  • UNTR (19900) – Trading Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads