"BUMI telah menjual 16 juta ton batubara di triwulan I-2010," ujar SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (26/4/2010).
Dileep mengatakan, pada periode yang sama tahun 2009, BUMI mencatat penjualan batubara sebanyak 11,3 juta ton. Itu berarti telah terjadi peningkatan sebesar 41,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2009, BUMI menjual 58,39 juta ton batubara yang berarti target volume penjualan batubara tahun ini tumbuh 9,61% dari tahun 2009.
Untuk produksi batubara di 2010, perseroan menargetkan angka antara 67-70 juta ton, tumbuh antara 6,14% hingga 10,89% dari realisasi tahun 2009 sebanyak 63,12 juta ton.
Selain itu, BUMI juga baru saja memperoleh kontrak penjualan batubara ke Jepang pada harga FOB sebesar US$ 104 per ton untuk pengiriman April 2010 hingga Maret 2011.
Tahun 2009, harga rata-rata penjualan batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 63,14 per ton, lebih rendah 13,9% dari tahun 2008 sebesar US$ 73,34 per ton.
Dengan adanya kontrak dengan Jepang tersebut, maka harga rata-rata batubara yang diterima perseroan tahun ini bakal melonjak drastis.
"Dengan kontrak ini, seharusnya kami akan mendapatkan hasil yang jauh dari perkiraan semula," ujarnya.
BUMI juga memastikan bahwa proses peningkatan kapasitas produksi PT Kaltim Prima Coal (KPC) akan segera berjalan dalam waktu dekat.
"Kami juga meningkatkan kapasitas di KPC dari 4.500 ton per jam menjadi 7.500 ton per jam yang mulai beroperasi pada Mei 2010," ujar Dileep.
(dro/qom)
