IHSG dibuka naik tipis ke level 2.924,932 dan langsung menguat hingga sempat menyentuh level 2.954,829, naik 30 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 2.924,731.
Tren penguatan IHSG telah terjadi sejak awal perdagangan hari ini seiring dengan laju penguatan bursa-bursa regional Asia yang juga didominasi penguatan cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan sesi II pun, laju indeks saham pertambangan mengendur digantikan oleh indeks saham aneka industri memimpin kenaikan IHSG seiring dengan penguatan tajam saham Astra International (ASII).
Indeks saham konsumsi juga terus menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini ditemani oleh indeks saham sektor perkebunan. Indeks saham keuangan mulai mencolek-colek zona negatif lantaran sejumlah saham perbankan mengalami tekanan jual.
Pertarungan jual beli selektif mengindikasikan adanya tekanan jual pada perdagangan besok. Namun peluang IHSG menembus level 3.000 pada pekan ini tampaknya masih sangat mungkin terjadi. IHSG terus menerus mencetak rekor tertinggi baru.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 782,887 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 649,420 miliar. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 133,467 miliar.
Pada perdagangan Senin (26/4/2010), IHSG ditutup naik 19,978 poin (0,68%) ke level 2.944,709. Indeks LQ 45 juga menguat 3,870 poin (0,68%) ke level 571,850.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.973 kali pada volume 6,946 miliar lembar saham senilai Rp 3,991 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 84 saham turun dan 76 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi penguatan.
- Indeks Shanghai turun 14,03 poin (0,47%) ke level 2.969,50.
- Indeks Hang Seng naik 342,57 poin (1,61%) ke level 21.587,06.
- Indeks Nikkei-225 melesat 251,33 poin (2,30%) ke level 11.165,79.
- Indeks Straits Times menguat 16,94 poin (0,57%) ke 3.306,25.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 47.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 27.600, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 15.700, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 13.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 39.250, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 18.300.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900, BTPN turun Rp 100 ke Rp 7.750, Alfamart (AMRT) turun Rp 140 ke Rp 1.100, Medco (MEDC) turun Rp 75 ke Rp 2.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 5.250.
Â
Â
(dro/qom)











































