"Karena apa terjadi kenaikan yang luar biasa? Untuk itu kami memberlakukan UMA (Unusual Market Activity) kepada mereka, agar investor tahu terjadi transaksi yang tidak biasa," jelas Direktur Pengawasan BEI Urip Budhi Prasetyo saat ditemui di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (26/4/2010).
Menurutnya, BEI juga sudah mendengar kabar kedua emiten ini sedang menjadi incaran dua perusahaan besar, melalui media massa. Namun, itu saja tidak cukup. BEI meminta agar segala informasi bisa disampaikan kepada mereka, dan kemudian akan disebarkan kepada publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, waktu berakhirnya pemberlakukan UMA juga harus menunggu kelanjutan pergerakan saham IDKM dan SMMT. "Kita kan sudah memperlakukan ini untuk cooling down. Kalau tahu kapan selesai UMA, nanti akan dibaca oleh mereka," katanya.
Pergerakan saham IDKM telah mengalami peningkatan aktivitas transaksi sejak 15 April 2010. Sebelum itu, saham IDKM tergolong saham tidur. Harga saham Indosiar pada penutupan 14 April 2010 masih di level Rp 121 per saham. Dalam 8 hari perdagangan terakhir, harga saham IDKM telah melesat Rp 164 atau naik 135,53% ke level Rp 285 pada posisi saat ini.
Kenaikan saham IDKM terjadi setelah dihembuskannya kabar Para Group milik pengusaha kaya Chairul Tanjung yang juga pemilik stasiun televisi Trans TV berencana mengakuisisi mayoritas saham IDKM.
Hal yang sama terjadi pada saham SMMT yang mengalami peningkatan aktivitas transaksi sejak 21 April 2010. Harga saham SMMT pada perdagangan 20 April 2010 masih di level Rp 215 per saham. Hanya dalam 4 hari perdagangan, harga saham SMMT telah meningkat Rp 145 atau naik 67,44% ke level Rp 360 per saham.
Kenaikan saham SMMT terjadi setelah akuisisi 2 perusahaan milik Rajawali Corp yang berencana mengubah bisnis perseroan menjadi perusahaan perkebunan CPO. Managing Director Rajawali Corp, Darjoto Setyawan telah mengakui rencana tersebut.
Namun Darjoto belum bersedia memberikan detil skemanya. Namun yang pasti, Rajawali akan menjual seluruh divisi bisnis yang dimiliki SMMT saat ini seperti Papa Ronz Pizza, Putt-Putt Golf, dan sebagainya.
(wep/dnl)











































