Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 27 Apr 2010 08:48 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Sebagian besar saham US melemah membuat indeks Standard & Poor's 500 turun dari titik tertinggi dalam 19 bulan setelah kecemasan atas permohonan legislatif yang akan memberikan efek negatif pada sektor perbankan yang akhirnya menutupi kenaikan pendapatan Caterpillar Inc. dan Whirlpool Corp. JP Morgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. membuat sektor finansial mengalami pelemahan setelah Congress mempersiapkan untuk melaksanakan voting mengenai masalah finansial.

Citigroup turun 5.1% setelah Departemen Treasury merencanakan untuk menjual sebanyak 1.5 miliar lembar saham. Caterpillar naik 4.2%, sementara Whirpool menguat 10%. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.4%) ke 1,212.05. Dow Jones Industrial Average (+0.01%) ke 11,205.03.

Regional Pagi: Mayoritas saham-saham Asia melemah seiring koreksi pada sejumlah perusahaan teknologi dan layanan kesehatan yang melampaui penguatan pada saham produsen bahan baku dan konsumen. Elpida Memory Inc (-2%) di Tokyo seiring merosotnya merosotnya harga memory-chip. CSL Ltd (-4.2%) di Sydney setelah Credit Suisse Group AG men-downgrade saham. Rio Tinto Ltd (+0.6%) setelah anjloknya harga logam. Nikkei 225 (-0.2%) 11,145 S&P/ASX 200 (+0.5%) 4,907 KOSPI (-0.12%) 1,750 STI (-0.5%) 2988

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah meneruskan pelemahan setelah nilai dollar menguat dan proyeksi analis mengenai kenaikan supply minyak mentah. WTI Crude (-0.1%) $ 84.1/barrel Gold (+0.2%) USD 1,156/t oz CPO (+0.9%) RM 2,531/MT Nickel (+0.4%) USD 27,155/MT Tin (+0.8%) USD 19,145/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Reksa dana Tembus Rekor Rp117 T

Reksa dana menembus rekor tertinggi ke level Rp117,58 T dari posisi tertinggi sebelumnya pada akhir Maret yang dicatatkan Rp116,88 T, seiring dengan penguatan indeks yang juga menembus rekor di level 2.944. Data Bapepam-LK menunjukkan dana kelolaan reksa dana bertambah sebesar Rp698,13 M dibandingkan dengan posisi akhir bulan lalu.

Economic: Target Penerimaan Pajak Dinaikkan Rp 9 Triliun di 2010

Pemerintah menyanggupi untuk meningkatkan penerimaan perpajakan Rp 9 triliun di 2010, ini akan dimasukkan dalam APBN Perubahan 2010. Penerimaan ini antara lain diperoleh dari penerimaan Pajak sebesar Rp 7 triliun dan penerimaan PPh Migas sebesar Rp 1,2 triliun. Kemudian penerimaan dari Bea dan Cukai sebesar Rp 0,8 triliun.

Economic: Rupiah Kembali Terapresiasi

Rupiah kembali terapresiasi dan sentuh level Rp8.989 per dolar AS, level terkuatnya sejak Juli 2007 seiring dengan menguatnya mata uang dan indeks saham di kawasan regional. Apresiasi mata uang juga terjadi pada mata uang di kawasan regional seperti dolar Taiwan dan won Korea Selatan hingga mendekati level terkuat sejak 2008.

Energy: SBY janji hapus hambatan investasi panas bumi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan akan menghapus aturan yang menghambat masuknya investasi, baik lokal maupun asing, dalam pengembangan panas bumi untuk menjadi pemain utama dunia di energi tersebut. Bersamaan dengan penyelenggaraan World Geothermal Congress (WGC) 2010 dihadiri lebih dari 2.500 perusahaan dari 85 negara lain yang bertujuan menggenjot penggunaan panas bumi, kemarin ditandatangani 12 proyek perjanjian kerja sama pengembangan energi itu dengan nilai US$5 miliar.

Corporate News

BNII: BII bukukan laba Rp208 miliar selama 1Q10

PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk pada 1Q10 membukukan kenaikan laba 51 kali lipat menjadi Rp208 M jika dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp4 M. Dirut BII mengatakan kenaikan laba didukung oleh pertumbuhan bisnis yang solid pada semua lini bisnis inti dan membaiknya proses bisnis bank sehingga secara kurtalan bank itu membukukan kenaikan laba 46% dari 4Q09 sebesar Rp142 M.

MEGA: Laba Bank Syariah Mega melonjak 85%

PT Bank Syariah Mega Indonesia mencatatkan laba bersih pada 1Q10sebesar Rp37 M atau tumbuh mencapai 85% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu Rp20M yang ditopang pendapatan dari ekspansi pembiayaan. Dirut Bank Syariah Mega menjelaskan laba sampai Maret 2010 meningkat cukup baik menjadi Rp37 M yang mayoritas didukung adanya ekspansi pembiayaan yang mencapai Rp3,3 T atau meningkat dari tahun sebelumnya sekitar Rp2,28 T yang memperbaiki pendapatan.

Selain itu, dari sisi beban terjadi penurunan biaya dana (cost of fund) setelah margin deposito dapat diturunkan sehingga cukup mendukung perolehan laba tersebut. Komposisi dana murah juga meningkat menjadi 20% terhadap total dana Rp4 triliun. Saat ini, biaya dana yang siap dikucurkan ke pembiayaan (cost of loanable fund) sebesar 7,73%, sedangkan cost of fund saja sekitar 7,1%. tahun ini ditargetkan akan turun ke level 6,9%.

DOID: Laba BUMA Rp151 M

BUMA, anak usaha DOID, membukukan laba bersih 1Q10 sebesar Rp151 miliar. Naik cukup besar jika di bandingkan 1Q09 sebesar Rp73 miliar. Namun, pendapatan BUMA turun dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,28 triliun .

ELTY: Temui 17 Investor Global

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menemui 17 investor asal Eropa dan US di Singapura. Pertemuan itu merupakan bagian dari rencana perseroan mencari sumber pendanaan tahun ini.

WIKA: Gandeng Tsukishima di Tayan

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan bekerja sama dengan perusahaan Jepang. Tsukishima Kikai Co Ltd, untuk mengembangkan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat. WIKA dan Tsukishima kemungkinan besar dipilih oleh PT Indonesia Chemical Alumina sebagai pemenang tender proyek senilai US$300-400 juta tersebut.

BBRI: BRI Syariah targetkan laba Rp75 miliar

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mengincar tambahan pembiayaan sebesar 50% dari total pembiayaan kredit mobil ritel Ford Motor Indonesia (FMI) setelah keduanya menjalin kerja sama bisnis pada 2010.

DILD: Minna Padi Crossing Saham Intiland Rp 380 M

PT Minna Padi Investama (MU) memfasilitasi transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Intiland Development Tbk (DILD) senilai Rp 380 miliar. Volume transaksi yang dibukukan mencapai 912 ribu lot atau setara 456 juta saham. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin 26 April 2010, harga rata-rata saham dalam transaksi tutup sendiri itu mencapai Rp 833,33 per unit.

TMPI : Global Emerging Masuk Agis

PT Agis Tbk memperoleh suntikan dana sebesar Rp325 M dari Global Emerging Markets (GEM), lembaga investasi global bermarkas di Swiss yang mengelola US$3,4 M. Direktur Agis menjelaskan total suntikan dana Rp325 M berasal dari fasilitas investasi berupa equity line of credit senilai Rp200 M. Artinya, GEM berkomitmen menyerap saham baru Agis dengan total Rp200 M.

BMRI: Genjot Pemulihan Aset Macet

PT Bank Mandiri Tbk menargetkan perolehan tambahan pendapatan Rp2 T dari pemulihan aset-aset macet di tahun ini. Pemulihan aset etrsebut dilakukan melalui lelang dan restrukturisasi. Hal itu diungkapkan Direktur Treasury, Internasional, dan Pengelolaan Aset Mandiri. Menurutnya, di 1Q10 lalu Mandiri telah menerima sejumlah pelunasan beberapa aset macet, seperti dari Bank Indover. Dalam pembayaran pertama Mandiri menerima 47% dari dana yang menjadi kewajiban Bank Indover, atau sebesar 17,5 juta euro. Sehingga, masih ada sisa kewajiban pembayaran yakni sebesar 53% atau setara 19,7 juta euro.

CTRA: Stock Split Dengan Rasio 1:2

CTRA berencana untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2 dengan harga nominal Rp500 menjadi Rp250 per saham. Namun rencana ini belum diketahui waktunya.

FPNI: Tak Bagi Dividen

PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI) tidak berencana membagi dividen, meskipun perseroan berhasil mencetak laba. Hingga akhir 2009, laba bersih FPNI mencapai Rp351 miliar atau meningkat dibandingkan 2008 yang mencatat rugi bersih Rp562 miliar.

Rumor

PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) dikabarkan mengembangkan bisnis properti dengan mengakusisi lahan di Jabetabek. Perusahaan kosmetik ini telah memiliki Hotel Sheraton Mustika dan Gedung Graha Mustika. Terkait itu, harga MRAT bakal dikerek menuju Rp700-800. Harga MRAT masih murah dengan PBV 0,77 kali PER 11,6 kali.

Mackenzie Cundill dikabarkan berniat menambah kepemilikan saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menjadi 20% dengan cara placement di harga buku Rp500. Selain itu, DBS Singapura juga beminat pada saham perseroan. Karena itu, CFIN juga mulai menjadi incaran investor. CFIN naik Rp10 (3,33%) k elevel Rp310, dengan volume transaksi 2,69 juta saham.

Corporate Action
Hari ini (27/4), cum date dividen tunai Merck Tbk (MERK) Rp 1.339 per saham ex date (28 Apr 2010)

Earning Watch

NIKL: Laba Melonjak Tajam sebesar 2.451% pada 1Q10

Technical Picks

  • BIPI (235) -  Trading Buy
  • DILD (1040) – Trading Buy
  • GGRM (27600) – Trading Buy
  • DOID (1060) – Trading Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads