IHSG dibuka turun tipis ke level 2.943,677 dan langsung melemah ke level 2.932,059, turun 12 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.944.709.
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak loyo. Pergerakan transaksi cenderung stagnan. Namun menjelang penutupan perdagangan sesi I, IHSG tampak mulai mengikis koreksi dan mencoba menembus zona positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio koreksi indeks LQ 45 yang jauh lebih besar ketimbang penurunan IHSG, menunjukkan ada perburuan saham-saham lapis dua. Kemungkinan besar, kenaikan saham-saham lapis dua diiringi dengan aksi beli selektif pada beberapa saham unggulan, bakal membawa IHSG memasuki zona hijau pada perdagangan sesi II nanti.
Bursa-bursa regional Asia juga bergerak senada. Koreksi lebih dalam yang terjadi pagi tadi mulai terkikis. Bursa Jepang bahkan sudah mendahului masuk ke teritori positif.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 99 miliar.
Pada perdagangan Selasa (27/4/2010) sesi I, IHSG ditutup turun tipis 2,753 poin (0,10%) ke level 2.941,956. Indeks LQ 45 juga turun tipis 2,438 poin (0,43%) ke level 569,412.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 65.296 kali pada volume 4,010 miliar lembar saham senilai Rp 1,894 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 92 saham turun dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi pelemahan.
- Indeks Shanghai turun 63,15 poin (2,13%) ke level 2.906,35.
- Indeks Hang Seng turun 215,19 poin (1,00%) ke level 21.371,87.
- Indeks Nikkei-225 naik 7,28 poin (0,07%) ke level 11.173,07.
- Indeks Straits Times turun 17,12 poin (0,57%) ke 2.985,50.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 27.000, Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 46.400, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 13.200. (dro/qom)











































