Lembaga pemeringkat, Standard & Poor's memangkas sovereign rating kedua negara tersebut, sehingga menyebabkan biaya untuk menjamin utang melawan gagal bayar melonjak drastis ke titik tertingginya.
Sentimen negatif bertambah dari memanasnya kasus Goldman Sachs di Senat AS. Para Senator di AS menuding para eksekutif Goldman Sachs Group Inc telah mengambil keuntungan dari bubble sektor kesehatan dan meraup keuntungan miliaran dolar dari kolapsnya pasar perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar benar-benar terjadi aksi jual akibat kombinasi meluasnya masalah krisis utang dan hal yang terjadi di Senat. Seperti tahun 2008, ketika Anda melihat sebuah perusahaan jatuh setelah yang lainnya, sekarang Anda melihat meluasnya masalah dari Yunani ke Portugal," ujar Alan Lancz, president dari Alan B Lancz & Associates seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/4/2010).
Pada perdagangan Selasa (27/4/2010), indeks Dow Jones anjlok 213,04 poin (1,90%) ke level 10.991,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 28,34 poin (2,34%) ke level 1.183,71 dan Nasdaq merosot 51,48 poin (2,04%) ke level 2.471,47.
Kombinasi volume perdagangan di New York Stock Exchange sangat besar mencapai 12,77 miliar lembar saham, tertinggi kedua sepanjang tahun ini.
(qom/qom)










































