Laba Mandom Turun 24,3% di Triwulan I-2010

Laba Mandom Turun 24,3% di Triwulan I-2010

- detikFinance
Rabu, 28 Apr 2010 15:14 WIB
Laba Mandom Turun 24,3% di Triwulan I-2010
Jakarta - PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatat penurunan laba bersih 24,3% di triwulan I-2010. Penurunan dipicu oleh menurunnya pendapatan sebesar 2,4% karena turunnya ekspor perseroan.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk Tatsuyoshi Kitamura, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/4/2010).

Menurutnya, sepanjang tiga bulan pertama 2010, pendapatan tercatat Rp 368,2 miliar atau turun tipis 2,4% dari posisi yang sama tahun lalu, Rp 377,1 miliar. Padahal untuk beberapa produk perawatan kulit danΒ  rias mencatat pertumbuhan 26,8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tatsuyoshi menjelaskan, total penjualan yang tercatat Rp 368,2 miliar, disumbang oleh penjualan domestik Rp 274,8 miliar. Domestik mencatat tumbuh 3,5% dibanding posisi tahun sebelumnya, Rp 265,6 miliar.

Sedangkan untuk penjualan ekspor, tercatat menurun 15,7% menjadi Rp 94,1 miliar, dari posisi yang sama tahun lalu Rp 111,6 miliar. Turunnya penjualan ini disebabkan oleh menguatkan nilai tukar rupaih terhadap dollar AS.

Seiring dengan penurunan penjualan, maka perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp 235,3 miliar atau turun tipis 1,1% dari tahun lalu, Rp 237,8 miliar. Laba kotor perseroan juga turun 4,4,% dari 139,3 miliar menjadi Rp 133,1 miliar.

"Merek PIXY tumbuh 45,6% dari RP 64,5 miliar menjadi RP 94 miliar. Secara keseluruhan, produk perawatan kulit dan rias tercatat tumbuh 26,8% dari Rp 97,7 miliar menjadi Rp 123,9 miliar," jelasnya.

Sepanjang kuartal I-2010, pos belanja iklan perseroan naik cukup besar, hingga 68,7%, dari Rp 16,6 miliar pada tahun 2009, menjadi Rp 27,9 miliar. Tingginya belanja iklan selama tiga bulan pertama tahun 2010 menyebabkan beban usaha perseroan naik 28,3% dari Rp 56,2 miliar menjadi Rp 72,1 miliar.

Laba usaha juga turun 26,5% menjadi Rp 61 miliar, bandingkan catatakan tahun lalu Rp 83,1 miliar, Dan akhirnya laba bersih tercatat turun 24,3% dari Rp 60,5 miliar menjadi hanya Rp 45,9 miliar.

"Laba bersih per saham sebesar Rp 228," paparnya.

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads