Hari ini, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.938,998 dan langsung merosot tajam ke level 2.875,668, anjlok 64 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.939,299.
Sejak awal perdagangan, aksi jual mendera sebagian besar saham-saham unggulan yang membuat IHSG sempat jatuh cukup dalam. Aksi jual asing memicu investor domestik ikutan melakukan aksi jual guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya masih ada saham-saham unggulan sektor konsumsi yang mengalami penguatan, diiringi oleh penguatan saham-saham lapis dua, IHSG berjuang mati-matian menutup perdagangan di atas level 2.900.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,356 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 981,475 miliar. Total nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 375,221 miliar.
Pada perdagangan Rabu (28/4/2010), IHSG ditutup turun 35,980 poin (1,22%) ke level 2.903,319. Indeks LQ 45 juga turun 8,835 poin (1,55%) ke level 559,783.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.040 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.030 per dolar AS.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.803 kali pada volume 5,879 miliar lembar saham senilai Rp 4,292 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 140 saham turun dan 68 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia juga seluruhnya terkoreksi cukup dalam.
- Indeks Shanghai turun 7,60 poin (0,26%) ke level 2.900,33.
- Indeks Hang Seng anjlok 312,39 poin (1,47%) ke level 20.949,40.
- Indeks Nikkei-225 anjlok 287,87 poin (2,57%) ke level 10.924,79.
- Indeks Straits Times turun 56,06 poin (1,87%) ke 2.935,62.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 82.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.350 ke Rp 11.550, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 8.450, Goodyear (GYDR) naik Rp 200 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 13.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 ke Rp 27.550.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 650 ke Rp 45.550, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 22.650, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 14.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 39.850, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.550.
(dro/qom)











































