Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2010 09:33 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones : Pasar saham US menguat, rebound dari titik terendah sejak bulan Februari setelah pendapatan yang berada di atas estimasi dan Federal Reserve yang menetapkan suku bunga pada level rendahnya sehingga menutupi kekhawatiran atas downgrade rating utang dari Spanyol Dow Chemical Co., perusahaan pembuat obat-obatan terbesar di US naik 5.9% serta Owens Corning, perusahaan produsen insulin naik 11% setelah pendapatan yag berada di atas rata-rata estimasi para analis.

Goldman Sachs Group Inc. naik 2.6%. Sektor perbankan memimpin kenaikan setelah The Fed memberikan pernyataan yang akan menjaga suku bunga pada level rendah. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.7%) ke 1,191.36. Dow Jones Industrial Average (+0.5%) ke 11,045.27.

Regional Pagi: Bursa saham Australia dan Korea terkoreksi seiring downgrade credit rating Spanyol yang menutupi tingginya pendapatan AS yang melampaui estimasi dan Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga di level rendah. Australia & New Zealand Banking Group Ltd (-1.4%) di Sydney setelah CEO perusahaan menyampaikan kekhawatirannya terhadap kawasan Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BHP Billiton Ltd., (-0.5%). Samsung Electronics Co., yang memperoleh 22% dari pendapatannya di Eropa, turun sebesar 0.6% di Seoul. Sementara, bursa Jepang tutup hari ini untuk merayakan libur nasional. Kospi (- 0.2%) 1,730 S&P/ASX 200 Index (-0.3%) 4,810 STI (+0.39%) 2,943.

Commodity: Minyak mentah diperdgangkan di atas $ 83/barrel setelah The Fed yang yang menetapkan suku bunga pada level rendahnya. Departemen Energy melaporkan bahwa supply untuk gasoline turun 1.24 juta barrel minggu lalu. WTI Crude (+0.0%) $ 83.2/barrel Gold (+0.1%) USD 1,167/t oz CPO (+0.0%) RM 2,567/MT Nickel (-1.1%) USD 25,650/MT Tin (-3.0%) USD 18,000/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Deflasi Berpeluang Terjadi Bulan Ini

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan masih ada peluang terjadi deflasi pada bulan ini, karena harga sejumlah kebutuhan pokok turun sepanjang April. Kepala BPS mengatakan potensi terjadinya deflasi pada bulan ini kemungkinan hanya 0,1% akibat turunnya harga sejumlah barang kebutuhan pokok seperti beras, daging sapi, dan minyak goreng.

Economic: Pemerintah lirik utang baru pada 2011

Pemerintah memperhitungkan tambahan utang baru pada 2011 sebesar Rp258 triliun guna menutup defisit anggaran yang dipatok sebesar 1,7% dari PDB. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan defisit anggaran pada tahun depan akan ditekan hanya sebesar 1,7% dari PDB. Sejalan dengan penurunan defisit tersebut, maka rasio utang terhadap PDB diperkirakan turun menjadi 26,7% dari rasio utang tahun ini yang sebesar 27%.

Economic: Pertumbuhan 2011 dipatok 6,3%

Pemerintah menaikkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi 6,3% dari proyeksi awal 6,2% sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia yang diyakini lebih cepat. Menteri Keuangan menuturkan banyak negara yang saat ini merevisi target pertumbuhan ekonominya, didasarkan pada keyakinan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan awal.

Economic: Penyerapan Anggaran BPS 4,9%

Realisasi penyerapan anggaran Badan Pusat Statistik sepanjang 3 bulan pertama tahun ini baru mencapai 4,86% atau Rp245,3 M dari pagu anggaran dalam APBN 2010 sebesar Rp5,05 T. Kepala BPS menyebutkan realisasi penyerapan untuk program penerapan pemerintahan yang baik sebesar 16,95% atau Rp136,2 M dari pagu anggaran Rp803,8 M.

Mining: PT Krakatau Steel Wajib Setor 45 Persen

Guna membangun pabrik baja baru, PT Krakatau Steel bertanggung jawab dalam pengadaan dana investasi 2,43 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21,87 triliun. Pembangunan pabrik akan dilakukan dua tahap dan tahap pertama selesai pada tahun 2013. Pembangunan pabrik baja baru itu dilakukan bersama perusahaan baja asal Korea Selatan, Pohang Steel Company atau Posco. Pembagian kewajiban setoran dan investasi itu terjadi karena Krakatau Steel bertanggung jawab atas 45% dari kebutuhan dana, yang mencapai 5,4 miliar dollar AS.Sebanyak 55% lainnya tanggung jawab Posco.

Corporate News

MEDC: Laba 1Q10 melejit 17,08%

Laba bersih MEDC mencapai US$8,84 juta pada 1Q10 atau meningkat 17,08% dari laba bersih 1Q09 yang sebesar US$7,55 juta. Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan penjualan dan pendapatan usaha MEDC sebesar 37,88%. Pada 1Q10, pendapatan MEDC sebesar US$186,02 juta .

ADMF: Laba Adira tumbuh 13%

Laba bersih PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) pada 1Q10 tumbuh 13% menjadi Rp333 miliar dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp294 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan dari pembiayaan baru serta penurunan biaya kredit (cost of credit). Total pembiayaan baru meningkat 53% menjadi 328.714 unit, sedangkan total nilai pembiayaan baru meningkat 74% menjadi Rp4.825 miliar. Adapun rasio biaya kredit turun dari 3,8% pada 1Q09 menjadi 3,5% pada 1Q10.

Direktur Utama Adira Finance Stanley Setia Atmadja mengatakan perseroan berhasil membukukan kenaikan portofolio pembiayaan, baik pada portofolio sepeda motor maupun mobil. Akan tetapi kenaikan paling signifikan terjadi pada pembiayaan mobil baru yang meningkat 156% menjadi Rp974 miliar.

TURI: Pendapatan Tunas Ridean Naik 77%

PT Tunas Ridean Tbk mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 1,8 triliun selama 1Q10. Pendapatan perseroan itu meningkat 77% dibanding periode sama 2009 sebesar Rp 1,04 T. Namun, laba bersih mencapai Rp 75,3 miliar, atau turun 46 % dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 140 miliar. Perolehan laba tahun lalu disebabkan oleh keuntungan atas penjualan 51% saham anak perusahaan di bidang pembiayaan tahun lalu, ungkap Direktur Utama Tunas Ridean. Di luar keuntungan atas penjualan tersebut, laba bersih grup meningkat sebesar 105 % dari Rp 37 miliar menjadi Rp 75 miliar.

INTP: Untung Kurs Dongkrak Laba 56,42%

Di kuartal satu 2010, mayoritas emiten produsen semen membukukan pertumbuhan kinerja yang baik. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), misalnya, yang berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 786,36 miliar. Angka tersebut naik 56,42% dari kuartal satu 2009, yang sebesar Rp 502,72 miliar.

Pencapaian laba bersih INTP ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih sebesar 16,44%. Pada kuartal satu 2010, pendapatannya sebesar Rp 2,55 triliun. Di sisi lain, INTP berhasil memangkas beban pokok penjualan menjadi Rp 1,23 triliun, atau merosot 44,72% dari periode sama 2009 yang sebesar Rp 1,78 triliun.

TCID: Laba Bersih Turun 24,3%

PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) pada 1Q10 mencatat penurunan laba bersih sebesar 24,3% atau Rp45,9 miliar. Pada 1Q09, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp60,5 miliar. Total penjualan bersih perseroan juga turun 2,4% dibanding 2009 dari Rp377,1 miliar menjadi Rp368,2 miliar. Penurunan penjualan terbesar terjadi pada ekspor sebesar 15,7% dari Rp111,6 miliar di 2009 menjadi Rp94,1 miliar.

WIKA: Keuntungan Wika Naik 40%

BUMN konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat laba bersih triwulan 1Q10 sebesar Rp64,28 miliar, naik 40% dari 1Q09 yang hanya Rp45,93 miliar.

KARK: Targetkan Rights Issue di Bulan Juni

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) tidak terganggu dengan gugatan pailit dari PT Alam Baru Mandiri (ABM) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Mereka tetap akan melanjutkan rencana penerbitan saham baru alias rights issue pada Juni nanti. Sebelumnya manajemen KARK pernah menyampaikan target dana yang diperoleh minimal Rp 1,25 triliun.

PTBA: Layangkan Surat Protes ke Kejagung

Direksi PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan melayangkan protes kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), menyusul adanya pernyataan bahwa dua direksi perseroan tambang itu telah menjadi tersangka terkait pengadaan jasa bongkar muat batu bara dengan floating crane di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung. Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Produksi Bukit Asam Milawarma mengatakan floating crane ini digunakan sebagai alternatif untuk bongkar muat batu bara sebelum shiploader yang akan dibangun perseroan selesai pada 2012.

AGIS: Global Emerging Berpotensi Miliki 49% Saham Agis

Global Emerging Markets (GEM) berpotensi menaikkan kepemilikan saham di PT Agis Tbk hingga 49% melalui fasilitas equity line of credit yang dikonversi jadi saham. Satu eksekutif yang terlibat dalam proses tersebut menyebutkan ketentuan batas maksimal saham hingga 49% itu diatur dalam klausul perjanjian yang ditandatangani 23 April.

KAEF: Gandeng Tianjin Bangun Pabrik Obat US$12 Juta

PT KImia Farma Tbk (KAEF) menggandeng BUMN Tiongkok. Tianjin King York, untuk membangun pabrik obat injeksi kortikosteroid di kawasan industry Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Investasi pembangunan [abrik diperkirakan US$10-12 juta.

BBNI: Arranger Divestasi BNI Ditender

Kementerian BUMN sedang menggelar tender arranger untuk membantu pelepasan saham opsi tambahan (greenshoe) PT Bank Negara Indonesia Tbk Pada Mei. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, harga saham BNI mencapai di atas Rp2.050, diatas harga secondary offering, sehingga tidak ada alasan untuk menunda divestasi greenshoe.

GDYR: Jadwal Pembagian Dividen

PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) akan membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2009 sebesar Rp 225 per saham. Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tersebut:
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 20 Mei 2010
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi : 21 Mei 2010
Cum Dividen di pasar tunai : 25 Mei 2010
Ex dividen di pasar tunai : 26 Mei 2010.

Earning Watch


NISP: Laba Bersih Naik 73%

PT Bank OCBC NISP Tbk membukukan kenaikan laba bersih sebesr Rp73% menjadi Rp126,32 M pada 1Q10 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp73,22 M. Presiden Direktur Bank OCBC NISP kemarin mengungkapkan kenaikan laba ini didongkrak oleh tumbuhnya pendapatan bunga bersih sebesar Rp12% dari Rp398,76 M menjadi Rp444,92 M.

Corporate News


  • MEDC: Laba 1Q10 melejit 17,08%
  • ADMF: Laba Adira tumbuh 13%
  • TURI: Pendapatan Tunas Ridean Naik 77%
  • INTP: Untung Kurs Dongkrak Laba 56,42%
  • TCID: Laba Bersih Turun 24,3%
  • WIKA: Keuntungan Wika Naik 40%
  • KARK: Targetkan Rights Issue di Bulan Juni
  • PTBA: Layangkan Surat Protes ke Kejagung
  • AGIS: Global Emerging Berpotensi Miliki 49% Saham Agis
  • KAEF: Gandeng Tianjin Bangun Pabrik Obat US$12 Juta
  • BBNI: Arranger Divestasi BNI Ditender
  • GDYR: Jadwal Pembagian Dividen

Rumours
PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dikabarkan segera mengumumkan realisasi akusisi tambang batubara di Kalimantan/Sumatera. Langkah itu diambil untuk mengukuhkanekspansi perseroan ke bisnis sumber daya mineral, setelah mengakuisisi blok migas di Sumatera dan Papua. Karena itu, sahamnya berpotensi menguat ke level Rp1.000.

Saham PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA) diyakini berpeluang menuju level Rp135-150. Itu terkait peluang pemilik saham perseroan atau Grup Mahaka untuk mengakusisi PT Indosiar Karya Medika Tbk (IDKM) karena lebih siap secara dana maupun kecocokan harga yang ditawarkan.

Corporate Actions


Hari ini (29/4), cum date dividen tunai Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 1.286 per saham Ex date (30April2010)

Earning Watch

  • NISP: Laba Bersih Naik 73%
  • BNGA: Laba Bersih Naik 100% pada 1Q10
  • BBKP: Laba Bersih Tumbuh 17% Pada 1Q10

Technical Picks

  • ASIA (99) – trading Buy
  • CTRP (360) – Trading Buy
  • BUMI (2325) – Trading Buy
  • APOL (152) – Trading Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads