Menurut Direktur Keuangan DLTA, Afrijanto rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen senilai Rp 9.500 per saham atau totalnya sebesar Rp 152,125 miliar. Pembagian dividen dijadwalkan pada 18 Juni 2010.
"Dividen akan dibagikan 18 Juni 2010 sebesar Rp 9.500 per saham atau naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu Rp 3.500 per saham. Saham yang beredar sampai akhir tahun sebanyak 16.013.181 lembar," ujarnya usai RUPST DLTA di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (29/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pemegang saham pengendali Anker Bir, yakni San Miguel Malaysia Pte Ltd yang memiliki 9.341.223 saham akan menerima dividen sebesar Rp 88,741 miliar. Sisanya sebesar Rp 27,882 miliar akan dibagikan kepada pemegang saham publik sebanyak 2.935.038 saham.
Pada tahun 2009, perseroan mencatat laba bersih Rp 126,50 miliar atau naik dari posisi tahun lalu Rp 83,75 miliar. Penjualan mencapai Rp 740,68 miliar, dengan beban pokok penjualan mencapai Rp 401,524 miliar.
Ia menambahkan, sepanjang triwulan I-2010 perseroan mencatat peningkatan penjualan sebesar 12% menjadi Rp 226 miliar. Peningkatan pendapatan diikuti oleh laba usaha, sebesar 68% menjadi Rp 45,7 miliar.
"Saat ini kinerja kami masih cukup baik, karena pemberlakukan tarif cukai baru akan efektif April 2010 yang sebesar Rp 11.000," jelasnya.
"Tentunya kedepan akan ada dampak dari kenaikan cukai ini, namun kita akan hitung lagi seberapa besar," imbuh Afrijanto.
Sementara untuk target selama tahun 2010, perseroan tidak terlalu optimis akibat peningkatan beban perusahaan."Volume penjualan ataupun produksi sepertinya akan sama atau paling tidak naik 5%. Untuk mengerjar prestasi seperti tahun lalu, kami akan membidik daerah-daerah yang belum memberlakukan pembatasan minuman keras, seperti Bali. Disana Bir cukup potensial," paparnya.
(dro/qom)











































